Senin, 3 Oktober 2022

Puasa Dapat Kurangi Kolesterol dan Timbunan Lemak, Ini Kata Ahli Gizi & Diet

Berita Terkait

 

ILUSTRASI. Puasa Ramadhan adalah saat yang tepat untuk mengendalikan diri. Puasa Ramadhan memberikan manfaat bagi kesehatan. (India Today)

batampos – Puasa banyak manfaatnya bagi kesehatan. Diantaranya adalah mengurangi kolesterol dan timbunan lemak.

Diungkapkan oleh Ahli Gizi dari India Ruchika Midhas, puasa selama sebulan tidak hanya menggunakan cadangan lemak, tetapi juga membersihkan tubuh dari racun berbahaya yang mungkin ada dalam timbunan lemak.

“Dengan perbaikan sistem pencernaan selama sebulan, tubuh secara alami mendetoksifikasi, memberi Anda kesempatan untuk melanjutkan gaya hidup yang lebih sehat di luar Ramadhan,” tambahnya seperti dilansir dari Hindustan Times, Senin (4/3).

Baca juga : Bumil yang Ingin Berpuasa, Sebaiknya Perhatikan 4 Hal Penting Ini

Midhas mengatakan bahwa menurut studi, puasa Ramadhan meningkatkan sel darah merah (RBC), sel darah putih (WBC), jumlah trombosit (PLT), kolesterol lipoprotein densitas tinggi (HDL-c), dan menurunkan kolesterol darah, trigliserida, rendah kolesterol lipoprotein densitas (LDL-c) dan kolesterol lipoprotein densitas sangat rendah (VLDL-c). Bila berpuasa secara teratur untuk jangka waktu yang lebih lama, maka akan mengubah metabolisme dan menurunkan lemak.

“Puasa selama sebulan adalah yang terbaik untuk mendetoksifikasi tubuh, dengan penelitian juga menunjukkan puasa Ramadan mengurangi peradangan. Puasa Ramadan kurangi hipertensi serta menurunkan jumlah kolesterol LDL atau kolesterol jahat,” kata Ahli Diet dari India Garima Goyal.

Baca juga : Begini Panduan Ahli Gizi untuk Pasien Hipertensi yang Berpuasa

Penelitian telah menunjukkan bahwa puasa sama efektifnya untuk menurunkan berat badan dan kehilangan lemak. Membatasi asupan makanan di siang hari dapat membantu mencegah penyakit kronis seperti kolesterol tinggi, penyakit jantung, tekanan darah tinggi, obesitas, serta meningkatkan kesehatan mental.

Para ahli gizi mengungkapkan puasa memungkinkan usus untuk membersihkan dan memperkuat lapisannya. Proses pembersihan diri yang disebut autophagy dirangsang di mana sel-sel menghilangkan partikel yang rusak dan berbahaya.

Puasa juga meningkatkan laju metabolisme, menurunkan kadar gula darah, dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh. melindungi sel-sel otak dan mengurangi depresi dan kecemasan. (*)

Baca juga : Minum Kopi Selama Bulan Puasa, Ini Saran Ahli Gizi

Reporter : JP Group

Update