Kamis, 30 Mei 2024

Tips Menyimpan Sisa Makanan Agar Tetap Aman Dikonsumsi

Berita Terkait

Tips Merawat dan Memberi Perintah Anjing Pudel

Tips Mengatasi Anak yang Mengalami Tantrum

Ilustrasi penyimpanan makanan yang lebih aman. (Antara/HO/IKEA Indonesia)

batampos – Menyimpan sisa makanan ketika usai acara wajar dilakukan. Hal ini biasanya karena jumlah masakan yang banyak saat menggelar hajatan.

Pertanyaannya, amankah menyimpan sisa makanan dan apakah masih bisa dikonsumsi lagi?

Jesus Garcia dan Vanessa Imus, MS, RDN, spesialis urusan masyarakat di Layanan Keamanan dan Inspeksi Pangan USDA, Washington DC, AS seperti dilansir dari laman Antara menyebutkan beberapa solusi untuk menyimpan makanan yang berlebih secara aman.

Baca juga: Lakukan Gerakan Peregangan Sambil Duduk untuk Kurangi Nyeri Pinggang

Garcia dan Imus membagikan tips berikut:

1. Jika masakan mengandung daging atau seafood, harus dipastikan untuk melakukan pendinginan dengan menyimpannya dalam lemari es agar makanan lebih awet.

“Peraturan umum kami adalah semua makanan yang dimasak aman disimpan di lemari es pada suhu 40 derajat Fahrenheit (empat derajat Celcius) hingga empat hari,” ucap Jesus Garcia.

Daging maupun seafood menjadi hidangan yang memiliki sifat gampang rusak (membusuk), oleh karena itu perlu disimpan kembali dalam kulkas paling tidak dua jam seusai dipakai.

Garcia menambahkan, makanan berbahan dasar daging apabila tidak disimpan dengan baik dan benar, maka bakteri yang terkandung dapat berkembang sehingga tidak disarankan untuk dikonsumsi.

Baca juga: 8 Jenis Buah & Sayur yang Mengandung Protein Alami untuk Kesehatan Tubuh

2. Bagi makanan ukuran besar menjadi ukuran yang lebih kecil. Segera simpan di tempat yang dalam (dalam pendingin) agar mempercepat proses pendinginan.

Imus menyampaikan bahwa makanan yang akan disimpan ada baiknya untuk segera didinginkan dalam lemari es.

“Artinya, jika Anda memiliki kuah sup yang besar atau potongan daging yang besar, Anda harus memecahnya menjadi porsi yang lebih kecil sebelum memasukkannya ke dalam lemari es,” tuturnya.

Apabila ingin yang lebih efektif, penggunaan kemasan yang kedap udara atau yang bersegel juga dapat menjadi pilihan sebagai penyimpan makanan.

“Praktek-praktek ini membantu mencegah masuknya bakteri, mempertahankan kelembaban, dan mencegah sisa makanan menimbulkan bau dari makanan lain di lemari es. Segera dinginkan atau bekukan sisa makanan yang dibungkus agar cepat dingin,” ucap
Garcia.

3. Apabila makanan yang telah disimpan dalam lemari es ingin dikonsumsi kembali, tentu Anda perlu melakukan penghangatan. Penghangatan harus dipastikan dengan suhu 73 derajat Celcius.

“Pastikan untuk mengaduk dan membalik makanan saat Anda memanaskannya kembali,” tambah Imus. (*)

Reporter: jpgroup

 

Update