Sabtu, 29 Januari 2022

Sayangi Jantung, Jangan Bekerja Berlebihan

Berita Terkait

Tips Aman dan Nyaman Berkendara saat Hujan

Lantai Semen Ekspos Tambah Nilai Estetis

Ilustrasi (Be Healthy Today)

batampos.co.id – Overwork atau bekerja berlebihan dapat mengakibatkan seseorang mengalami gagal jantung.

Dosen Departemen Kardiologi dan Kedokteran Vaskular Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga (Unair) Dr dr Andrianto SpJP (K) FIHA FAsCC mengatakan, bagi seseorang yang mengalami overwork, terjadi peningkatan beban berlebihan melampaui beban normal jantung.

Secara otomatis, jantung akan memenuhi kebutuhan tubuh melalui mekanisme kompensasi. Mekanisme tersebut adalah daya kerja cadangan jantung yang digunakan untuk mengatasi beban kerja jantung berlebih.

’’Pada titik tertentu, mekanisme kompensasi jantung akan gagal. Jika terjadi overload, hal itu bisa mengakibatkan gagal jantung,” katanya.

Baca juga : Keringat Dingin, Sesak hingga Berdebar, Waspadai Gejala Serangan Jantung

Andrianto menjelaskan, gagal jantung bisa terjadi sec ara akut atau kronis. Gagal jantung akut terjadi pada seseorang yang belum mengetahui bahwa dirinya memiliki kelainan jantung tertentu. Kemudian, mereka mengalami gejala gagal jantung secara tiba-tiba. Sementara itu, gagal jantung kronis terjadi pada seseorang yang memiliki kelainan jantung tertentu yang disertai dengan menurunnya fungsi dan sudah dialami beberapa lama.

’’Nah, gagal jantung akut yang baru atau perburukan gagal jantung kronis dapat dipicu aktivitas yang berlebihan atau overwork. Jadi, butuh keseimbangan kemampuan dan beban tubuh, khususnya organ jantung, dalam aktivitas sehari-hari,” ujarnya.

Untuk mencegah terjadinya gagal jantung, lanjut dia, sangat penting menjaga kesehatan organ jantung. Caranya sangat mudah. Yakni, menjalani pola hidup sehat. Perubahan pola hidup sehat tersebut bisa meliputi mengendalikan faktor risiko hipertensi, penyakit jantung koroner, diabetes melitus, obesitas, stres, dan hiperkolesterol. Selain itu, tidak merokok, berolahraga rutin, serta diet rendah lemak dan garam.

’’Namun, bagi pengidap penyakit hipertensi, penyakit jantung koroner, dan diabetes melitus yang sudah terdiagnosis, mereka harus mengonsumsi obat sesuai anjuran dokter dan kontrol rutin,” ujarnya.

Andrianto mengatakan, cek kesehatan secara rutin juga penting. Tidak harus menunggu sakit, dalam kondisi sehat pun bisa melakukan check up kesehatan. ’’Diagnosis dan pengobatan penyakit jantung yang tepat secara dini dapat membantu mencegah terjadinya gagal jantung,” katanya. (*)

Reporter : Jpgroup

 

Update