Kamis, 18 April 2024

Latih Kreativitas dan Problem Solving, Salah Satu Manfaat Permainan Lego untuk Tumbuh Kembang Anak

Berita Terkait

Panduan Pilates Bagi Pemula

Saatnya Handuk Harus Diganti

Ilustrasi anak-anak bermain lego (freepik)

batampos – Kreativitas dan problem solving adalah salah satu manfaat permainan lego. Permainan ini sangat baik untuk tumbuh kembang anak.

Permainan bongkar pasang balok ini juga bisa dijadikan ajang sosialisasi anak.

Si kecil bisa menyusunnya menjadi berbagai bentuk. Mulai bentuk bangunan, tanaman, dan mobil-mobilan.

Permainan lego ini tentu saja membantu perkembangan psikomotor, kognitif, dan kemampuan sosial anak.

Bermain lego juga bersifat edukatif dan kreatif seperti dilansir oleh klikpsikolog.com.

Berikut manfaat bermain lego untuk anak-anak:

Baca juga: Saat Lakukan Komunikasi, Pujian atau Perintah untuk Anak Harus Spesifik untuk Mengurangi Kebingungan

1. Mengembangkan motorik halus
Saat anak bermain lego, anak akan banyak mengambil, mengangkat, menekan hingga
merekatkan satu persatu balok lego.

Hal itu akan membantu anak untuk mengembangkan motorik halus, khususnya pada jari tangan. Otot-otot kecil yang kuat akan terbentuk di jari tangan yang dapat membantu anak untuk melakukan keterampilan lainnya, seperti belajar menulis, menggambar, dan lain-lain.

2. Mempelajari Konsep matematika
Bentuk, ukuran, jumlah, hingga konsep penjumlahan maupun pengurangan dapat dipelajari lewat permainan lego.

Kala memberikan jumlah balok yang sedikit kepada anak untuk menyelesaikan bangunannya, anak akan belajar untuk menghitungnya. Secara perlahan mereka mulai mengerti bahwa masing-masing balok memiliki nilai.

3. Kreativitas dan problem solving
Lego memiliki banyak warna, bentuk, ukuran, hingga beragam figur orang.

Anak bisa menyusun lego menjadi suatu bangunan sesuai dengan instruksi yang ada, ataupun membuat bangunan sendiri dengan ditambahi berbagai macam figur sesuai dengan imajinasi yang mereka pikirkan.

Hal ini akan membantu akan untuk lebih mengeksplorasi imajinasi dan kreativitas anak.
Apabila ternyata anak mengalami kesulitan saat sedang menyusun hasil karyanya, anak dapat belajar mandiri untuk mencari cara menyelesaikan masalahnya.

Baca juga: 10 Manfaat Mainan Motorik untuk Anak

4. Melatih bersosialisasi dan kerja sama
Bermain lego secara kelompok bersama adik, kakak, orang tua, maupun teman tentunya akan lebih menyenangkan dan bermanfaat bagi perkembangan anak.

Dengan main lego bersama-sama, setiap anggota kelompok akan berdiskusi tentang strategi membangun lego. Mulai dari bangunan apa yang akan dibuat, apa yang harus dilakukan terlebih dahulu, hingga peran dari masing-masing setiap anggota.

Hal ini akan membantu anak untuk belajar kerja sama, berinteraksi, diskusi, sharing, mengemukakan ide, dan belajar menghargai ide orang lain yang tentunya dapat lebih mempersiapkan diri anak saat bersosialisasi di lingkungan sekitarnya.

5. Melatih sikap pantang menyerah
Bermain lego terkadang membuat frustasi. Disaat bangunan yang disusun hampir jadi, tiba-tiba hanya karena tersenggol hingga bangunan jatuh.

Tentunya ini akan membuat anak menjadi sedih dan kecewa, hasil karya yang sudah mereka buat menjadi rusak dan gagal.

Namun, permainan ini memberikan kesempatan pada anak untuk selalu bisa mencoba hal baru karena anak dapat menyusunnya kembali menjadi suatu bangunan sesuai keinginan mereka. Hal ini dapat mengajarkan kepada anak sikap pantang menyerah, gigih dan selalu berusaha tanpa perlu merasa takut gagal.

Baca juga: 5 Asupan Nutrisi Seimbang

6. Percaya Diri
Menyusun balok hingga berhasil menjadi suatu bangunan akan menjadi kepuasan tersendiri bagi anak.

Saat anak telah selesai menyusun lego kemudian memperlihatkannya kepada ayah bunda dan mendapatkan komentar yang positif, anak akan merasa bangga dengan hasil karyanya.

Hal tersebut akan membuat anak merasa dihargai atas hasil karyanya dan tentunya dapat membawa dampak positif untuk mengembangkan rasa percaya diri anak. (*)

Sumber: Jpgroup

Update