Sabtu, 4 Februari 2023

Terlanjur Terkenal Melasma, Begini Penanganannya

Berita Terkait

melasma

Ilustrasi seseorang berjemur (Pixabay)

batampos – Melasma merupakan kelainan kulit, biasa terjadi pada wajah perempuan, yang ditandai dengan kelainan pigmentasi. Area yang sering terkena adalah pipi, hidung dan dahi.

Kelainan pigmentasi pada melasma biasanya berwarna cokelat muda sampai cokelat tua.

Melasma disebabkan oleh beberapa faktor. Mulai dari faktor genetik, penggunaan KB hormonal, faktor kehamilan, hormon, penyakit endokrin, bisa juga karena paparan sinar UV atau matahari. Namun belum jelas mana yang menjadi penyebab utamanya.

Selain itu, penggunaan produk skincare juga bisa menyebabkan melasma, tergantung pada reaksi kulit masing-masing orang.

Baca juga: Pilih Tabir Surya dengan Benar, Begini Panduannya

Berdasarkan penelitian, ujar Medical Executive PT Kalbe Farma Tbk, dr. Della Sulamita dalam keterangan persnya, Rabu (21/12), memang ada beberapa agen yang bisa mencetuskan melasma, seperti benzophenone, cetrimide, gallate mix, dan lainnya.

”Tapi sampai sekarang penggunaan produk-produk tersebut sudah jarang kita temui di kosmetik maupun skincare di Indonesia,” tutur Della.

Masih Della, melasma biasanya berupa bercak yang tidak timbul. ”Jadi kalau dipegang sebenarnya teksturnya sama seperti tekstur kulit di sekitarnya, plak berwarna cokelat muda sampai cokelat tua dan umumnya ditemukannya simetris, pipi kanan dan pipi kiri,” ujarnya.

Ada beragam tipe melasma, salah satunya pada area central wajah yang ditemukan bawah mata sampai atas dahi. Ada juga tipe malar, dan area mandibula yaitu area rahang. Melasma sering kali terjadi pada masyarakat dengan warna kulit sawo matang.

Dia mengatakan melasma bisa dicegah, yaitu dengan menghindari paparan sinar UV yang ekstrem. Di jam-jam tertentu misalnya dari pukul 11.00 sampai jam 15.00, orang-orang dapat memeriksa UV Index dari handphone.

Baca juga: Powder Sunscreen, Cara Mudah Pakai Sunscreen Tanpa Merusak Riasan

“Kalau UV Index di handphone sudah high sampai extreme, itu tidak disarankan untuk berjemur atau jalan-jalan di bawah sinar matahari,” kata dia.

Cara kedua, ketika harus terkena paparan sinar UV walaupun UV Index-nya sedang/moderate, jangan lupa untuk selalu menggunakan sunscreen atau sun protection yang ada SPF-nya.

Selain itu, orang-orang dapat meminum produk suplemen oral yang mampu membantu melindungi kesehatan kulit dari melasma.

Saat ini tersedia suplemen oral dengan kandungan antioksidan, multivitamin seperti vitamin B kompleks, vitamin C, vitamin E, biotin, zinc, dan selenium.

Apabila seseorang terlanjur terkena melasma, langkah yang bisa ditempuh untuk penyembuhan menurut Della:

1. Terapi topikal seperti cream atau serum yang memiliki asam retinoid atau asam konjic.

2. Terapi oral, yakni mengonsumsi suplemen yang mengandung antioksidan tinggi (gutathione, vitamin C, OPC).

3. Terapi menggunakan alat-alat tertentu seperti laser, micro-needle atau mesoterapi. (*)

Reporter: Antara

Update