Kamis, 30 Mei 2024

Stop Debat! Simak Cara Membangun Hubungan Sehat dan Tingkatkan Kesehatan Mental

Berita Terkait

Agar Terhindar dari Toxic Relationship

Berenang Bermanfaat Bagi Kesehatan Mental

Ilustrasi lima cara membangun hubungan sehat. (Pexels/Timur Weber)

batampos – Stop debat, lebih baik simak cara membangun hubungan sehat dan meningkatkan kesehatan mental. Belakangan ini kesehatan mental di seluruh dunia tengah jadi sorotan masyarakat.

Menurut riset, alasan terbesar meningkatnya masalah kesehatan mental di seluruh dunia adalah stres dalam menjalani hubungan.

Lantas, apakah ketegangan dalam sebuah hubungan yang menyebabkan kesehatan mental merupakan hal yang wajar?

Dilansir dari Health shots, Jumat (20/10), ketegangan atau konflik dalam suatu hubungan bisa dibilang sebagai hal yang negatif.

Namun jika dilihat dari sisi lain, hal tersebut menandakan bahwa hubungan Anda sedang berubah dan berkembang.

Agar ketegangan tidak berakibat fatal, mencegah terjadinya hal-hal yang tidak terkendali dalam hubungan sangatlah penting.

Hanya saja, upaya ini mengharuskan kedua pasangan untuk mendengarkan satu sama lain.

Menurut Psikolog Klinis Senior Dr Ashutosh Srivastava menghindari perdebatan saat konflik datang adalah hal yang penting.

Baca Juga:Tiga Rekomendasi Minyak untuk Pertumbuhan Rambut

Alih-alih berdebat, Psikolog Klinis Senior Dr Ashutosh Srivastava turut membagikan 5 tips untuk menyelesaikan konflik bersama pasangan dan membangun hubungan yang sehat.

1. Lakukan percakapan yang efektif

Komunikasi yang terbuka dan jujur ​​adalah dasar dari setiap hubungan yang sehat.

Luangkan waktu untuk mendengarkan pikiran dan perasaan pasangan Anda dan ungkapkan pandangan Anda dengan cara yang penuh hormat dan tidak konfrontatif.

Hindari saling menyalahkan atau mengkritik. Sebaliknya, fokuslah untuk mencari solusi bersama.

Ingat, Anda adalah dua pemain berbeda, tetapi Anda berada di tim yang sama!

2. Bersabarlah saat berbicara

Salah satu kesalahan besar dalam hubungan adalah mengharapkan pasangan kita memenuhi semua kebutuhan tanpa kita melakukan apa pun.

Kenyataannya tidak mungkin satu orang bisa memenuhi semua keinginan kita.

Jadi, lebih baik memiliki ekspektasi masuk akal yang dapat dipenuhi dan mencoba memenuhi sebagian kebutuhan Anda sendiri daripada bergantung sepenuhnya pada orang lain. Memiliki ekspektasi seperti itu hanya akan membebani hubungan Anda.

3. Terima masa lalu dan lepaskan

Saat Anda menjalin hubungan dengan seseorang, penting untuk memahami dan menerima masa lalunya, termasuk pengalaman menyakitkan, masalah keluarga, atau luka yang tidak dapat disembuhkan.

Ada baiknya Anda mempelajari apa yang mungkin membuat mereka kesal dan berusaha menghindari hal-hal tersebut. Menemukan cara untuk membantu mereka merasa lebih baik dan nyaman juga penting.

4. Beri diri Anda kebebasan

Beri diri Anda dan pasangan kebebasan. Apa pun yang pasangan Anda ingin lakukan, biarkan ia melakukannya, alih-alih mengikatnya atau memaksanya melakukan sesuai keinginan Anda.

Saling membantu dalam pertumbuhan dan perkembangan pribadi. Dorong pasangan Anda untuk mengejar minat dan tujuannya. Hubungan yang sehat memungkinkan kedua pasangan untuk bertumbuh secara pribadi.

5. Beristirahatlah jika perlu

Dalam beberapa kasus, emosi bisa memuncak dan membuat komunikasi produktif menjadi sulit. Dalam situasi seperti ini, sangat wajar jika Anda beristirahat sejenak dan meninjau kembali masalahnya nanti, saat Anda berdua sudah lebih tenang.

Jadi, jika Anda merasa percakapan menjadi terlalu intens, setujui untuk beristirahat sejenak. Selama waktu ini, proseslah perasaan dan emosi Anda. Ketahui masalah sebenarnya dan bagaimana Anda ingin menyelesaikannya. (*)

Reporter: jp group

Update