Kamis, 8 Desember 2022

Rezeki dari Hobi Tanam Miana

Berita Terkait


Aneka jenis Miana (RENI SURYANI FOR JAWA POS)

batampos – Ratusan Miana di kebun seluas 1.000 meter persegi di Citayam, Depok ini membuat Reni Suryani dan ayahnya, Pardi ketiban rezeki. Tak hanya membuat kebunnya cantik dengan tumbuhan semak aneka warna ini, beberapa jenis Miana laku dijual dengan pembeli dari berbagai daerah.

Awalnya, cerita Reni kepada Jawa Pos, atas arahan ayahnya, ia membeli 100 jenis bibit miana pada Februari lalu. Sebanyak 30 di antaranya merupakan miana jenis premium, seperti jenis pelangi (rainbow) dan samber lilin. Sisanya jenis biasa.

Sejak itu, saban hari Pardi merawat miana tanpa kenal lelah. Dari pagi hingga sore. Bahkan, pria 62 tahun itu rela menginap di rumah mungil di area kebun dengan fasilitas seadanya. Yakni, kamar tidur, kamar mandi, dan dapur.

Pardi tak setengah-setengah merawat tumbuhan semak yang berkhasiat sebagai obat berbagai penyakit itu. Miana memang dikenal sebagai tanaman obat yang berkhasiat, diantaranya menurunkan demam pada anak, meringankan gejala batuk, mengobat pencernaan hingga mengempiskan bisul.

TUMBUH SUBUR: Pardi melihat miana yang tubuh di kebunnya. Total ada sekitar 100 jenis miana yang ditanam di sana. (RENI SURYANI FOR JAWA POS)

Dengan makin banyaknya miana yang tumbuh, Reni kemudian mengaku iseng mengunggah beberapa foto ke laman media sosial (medsos). Tak lama setelah foto diunggah, respons warganet ternyata di luar dugaan. Bukan hanya domestik, ada pula warganet dari Spanyol dan Portugal. ’’Pas baru di-posting, responsnya (warganet) banyak,’’ tutur consultant manager di Jakarta itu.

Reni mengungkapkan, pesanan dalam jaringan (daring) masuk hampir tiap hari. Karena keterbatasan tenaga, Reni lantas menyiasatinya dengan meladeni pesanan itu di akhir pekan atau pada saat dirinya senggang. ’’Kebetulan saya juga kerja, jadi nggak bisa tiap saat ke Depok,’’ ujar perempuan yang tinggal di Jakarta tersebut.

Rata-rata, kata Reni, ada 20–25 order dalam satu pekan. Mayoritas membeli miana jenis pelangi. Jenis itu paling mahal. Harganya Rp 15 ribu per batang. Ada pula yang beli satu paket harga Rp 100 ribu dengan berbagai jenis miana di dalamnya. Sementara itu, harga per batang jenis biasa berkisar Rp 5 ribu sampai Rp 7 ribu per batang.

’’Kami memang jual murah, yang penting habis,’’ imbuh Reni, lantas tertawa. Reni paling banyak melayani pembeli lokal. Dengan jadwal pengiriman Sabtu–Minggu. Sementara itu, pembeli yang ingin melihat langsung ke kebun dibatasi untuk menghindari penularan Covid-19. ’’Untuk ke kebun, bisa setiap saat. Saya batasi tiga orang yang datang. Tapi, harus bikin janji dulu,’’ katanya.

Selain untuk menyalurkan hobi, Reni menyebutkan bahwa kebun miana itu menjadi tempat kerja yang mengasyikkan bagi ayahnya. Setidaknya, di usia kepala enam, Pardi tak pernah merasa capek sekalipun mengurus kebun sendirian. ’’Kalau ada yang bilang hobi adalah pekerjaan yang menyenangkan, itu benar banget,’’ katanya. (*)

Reporter : Jpgroup

Update