Sabtu, 4 Februari 2023

Pentingnya Me Time untuk Cegah Baby Blues Syndrome Jadi Depresi

Berita Terkait

Ilustrasi ibu dan bayinya. Me time bagi ibu usai melahirkan diperlukan untuk mencegah baby blues syndrome berkembang menjadi depresi. (jawapos.com)

batamposMe time dirasa penting untuk mencegah baby blues syndrome yang menyebabkan depresi. Baby blues syndrome bisa menyebabkan depresi apabila tidak tertangani dengan baik.

Baby blues syndrome merupakan perasaan sedih yang dialami ibu masa awal setelah melahirkan.

Kondisi tersebut (baby blues syndrome) sebenarnya wajar terjadi karena setelah melahirkan ibu akan mengalami perubahan hormon. Namun akan menjadi masalah jika tidak tertangani.

Baca juga: MPASI Harus Kaya Lemak, Hindari Garam dan Gula

Dokter spesialis kedokteran jiwa (psikiater) dari RSUP Persahabatan dr. Tribowo T. Ginting, SpKJ(K) mengungkapkan hal ini dalam sebuah talkshow daring beberapa waktu lalu di Jakarta.

“(Baby blues syndrome) akan jadi masalah kalau tidak tertangani, nanti berkelanjutan menjadi gejala depresi postpartum,” kata Bowo.

Untuk mencegah hal tersebut, Bowo mengatakan keluarga memiliki peran penting untuk menciptakan suasana yang nyaman bagi ibu yang baru melahirkan. Selain itu, perlu juga bagi ibu untuk istirahat dengan cukup dan menyempatkan me time.

“Ibu perlu me time. Jangan mentang-mentang ada anak bayi lalu enggak bisa ngapa-ngapain,” ujar Bowo.

Baca juga: Pemberian Obat kepada Anak harus sesuai Karakteristik Anak

Selain itu, lanjut Bowo, baby blues syndrome juga bisa terjadi karena masalah yang dialami sejak masa kehamilan, yang menyebabkan ibu merasa tertekan, sedih, atau tidak nyaman.

Sebenarnya, kata Bowo, baby blues syndrome biasanya berlangsung singkat yaitu sekitar satu minggu. Jika melebihi dua minggu, maka ada kecurigaan bahwa kondisinya telah berkembang menjadi depresi.

“Biasanya dalam waktu seminggu kurang itu baby blues sudah hilang. Gejala-gejalanya bisa saja seperti sedih, tapi tidak berlangsung lama, tidak memenuhi kriteria depresi. Jika melebihi waktu dua minggu, maka memenuhi kriteria depresi,” ujar Bowo.

Pada kasus yang lebih berat, Bowo mengatakan baby blues syndrome juga dapat berkembang menjadi psikosis postpartum seperti munculnya halusinasi atau marah-marah yang berkelanjutan.

“Itu yang menjadi perhatian kalau misalnya kondisi awal baby blues itu tidak ditangani secara serius,” imbuhnya.

“Kadang-kadang kan orang berpikir biasa bagi seorang ibu habis melahirkan begitu. Karena sembilan bulan mengandung anaknya terus dia harus melepas dan ada sesuatu yang berbeda sehingga ibu harus beradaptasi kembali. Ya benar, tapi kalau dicuekin hati-hati, jangan sampai berlanjut menjadi kondisi yang lebih berat,” kata Bowo. (*)

Reporter: Antara

Update