Sabtu, 4 Februari 2023

Asal Mula Ginger Bread Jadi Hiasan Natal

Berita Terkait

Matcha Mille Crepes yang Lagi Hit

Resep Spageti Seafood Cita Rasa Lokal

Pos Ketan Khas Batu Jawa Timur

Hiasan Natal roti jahe atau gingerbread di pusat perbelanjaan. (dok. MKG)

batampos – Ginger bread atau roti jahe akrab dengan suasana Natal yang penuh pernak-pernik berwarna merah, hijau dan juga emas.

Selain kue jahe, tongkat permen peppermint dan eggnog juga terlihat dalam dekorasi natal.

Bagaimana kue jahe ini masuk menjadi dekorasi Natal legendaris?

Laporan Yummy Bazaar, asal usul roti jahe lumayan panjang. Terutama karena tidak ada yang tahu berapa umurnya.

Diketahui bahwa jahe pertama kali dibudidayakan di Tiongkok sekitar lima ribu tahun yang lalu, tetapi orang Tiongkok terutama hanya menggunakannya untuk khasiat medis.

Baca juga: Fashion Warna Merah dan Hijau Sambut Liburan Natal & Tahun Baru

Di Eropa, tokoh Armenia Gregory dari Nicopolis dianggap sebagai bapak kue jahe. Tidak jelas dari mana dia mendapatkan resepnya atau apakah dia benar-benar menemukannya.

Tetapi ceritanya, dia datang untuk tinggal di Prancis pada tahun 992 dan selama tujuh tahun berikutnya, sampai kematiannya, ia mengajari orang-orang cara membuat kue. Teori itu berasal dari Mediterania timur beberapa saat kemudian, pada abad ke-11.

Varietas kue jahe tertua yang diketahui, tampaknya, adalah Polandia. Ini disebut roti jahe Toruń, dan sudah diproduksi sejak abad ke-13.

Menariknya, nama gingerbread sendiri berasal dari Inggris. Ini awalnya digunakan untuk jahe yang diawetkan dan tidak ada hubungannya dengan kue. Penggunaannya tampaknya telah bergeser sekitar pertengahan abad ke-15 ketika kue-kue berbumbu rasa jahe menjadi lebih banyak tersedia.

Sementara peta penyebaran kue jahe di seluruh Eropa tampaknya kurang lebih jelas di kawasan Prancis, Polandia, Jerman hingga Swedia. Ahli teori percaya bahwa rumah roti jahe yang digunakan sebagai dekorasi Natal adalah penyebab kue jahe Natal menjadi makanan pokok musim ini.

Yang tidak bisa mereka sepakati adalah ketika tradisi membuat rumah roti jahe untuk Natal dimulai.

Apakah itu dimulai pada abad ke-16, menginspirasi Brothers Grimm, dan dipopulerkan dari sana? Ataukah cerita itu sendiri yang mendorong orang untuk mulai membuat rumah yang dihias dengan rumit dari kue sebagai hiasan Natal?

Kedua teori ini percaya bahwa popularitas rumah roti jahe sebagian besar dipicu oleh cerita terkenal Brothers Grimm, Hansel & Gretel.

Untuk di Indonesia, hiasan natal roti jahe biasanya ditemui di pusat-pusat perbelanjaan besar, salah satunya di Summarecon Mall Kelapa Gading (MKG).

“Kami berupaya untuk tetap menjadi destinasi bagi keluarga dalam merayakan waktu liburan Natal dan Tahun Baru. Untuk itu, kami telah menyiapkan beragam acara, program belanja dan suguhan atraksi mulai dari tanggal 7 Desember 2022 hingga 8 Januari 2023. Tentu seluruh acara dan program yang dijalankan tetap mengutamakan protokol kesehatan,” kata Willy Effendy, Center Director Summarecon Mall Kelapa Gading kepada wartawan baru-baru ini.

Konsep yang dibuat adalah Christmas Factory, sebuah tema yang dihadirkan untuk menyambut liburan Natal dan Tahun Baru bersama keluarga. Dengan hiasan dekorasi bernuansa cookies dan gingerbread yang tersebar di seluruh area mal membuat suasana natal semakin terasa hangat dan meriah.

“Christmas Factory bernuansa ginger bread. Ada pula Ginger Parade pada tanggal 23,24, 25, 30, dan 31 Desember 2022,” jelasnya. (*)

Reporter: JPGroup

Update