Rabu, 22 Mei 2024

Merawat Bunga Hortensia, Cukup Disiram dan Letakkan di Tempat Teduh

Berita Terkait

Bunga Hortensia (IMAM HUSEIN/JAWA POS)

batampos – Merawat bunga hortensia relatif mudah. Meletakkanya di tempat
teduh akan menjaga bunga ini tumbuh dengan baik.

Bunga ini juga familier dengan nama bunga bokor atau bunga pancawarna.
Memang bunga hortensia digemari karena keindahan warnanya.

Dinamai dengan pancawarna karena sesuai dengan metamorfosis bunga
hortensia yang berubah warna sebanyak lima kali selama bertumbuh. Karena
panca artinya lima.

Pemilik Kebun Binar Bumi Pandasurya Wijaya menjelaskan bahwa transformasi
bunga hortensia dimulai dari hijau. Kemudian berubah menjadi putih, biru, ungu,
sebelum akhirnya berwarna pink.

”Hortensia banyak diminati karena kecantikan warnanya. Dan, ia bunga yang
mekar sepanjang waktu, termasuk malam sekalipun. Sebab, ada beberapa bunga
yang kalau malam, kuncup,” ujarnya.

Baca juga: Sirih Gading dan Sansevieria Cocok untuk Tanaman Pembersih Udara

Merawat hortensia agar bisa sehat dan berbunga sejatinya tak sulit. Namun,
memang ada beberapa hal yang wajib diperhatikan. Panda menyebutkan bahwa
karakteristik hortensia lebih suka di tempat yang teduh. Karena itu, jika bunga
diletakkan di tempat yang relatif terlalu panas, pertumbuhannya akan terganggu.
”Tempat teduh misalnya di bawah pohon atau di bawah atap,” bebernya.

Selanjutnya, hortensia juga tak boleh kekurangan asupan air. Tanaman tersebut
suka disiram banyak air. Idealnya, hortensia disiram tiga kali sehari, yakni pagi,
siang, dan sore. ”Kalau kurang siram, bunganya cepat layu. Kalau disiram lagi,
bisa sembuh,” urai Panda.

Karakteristik hortensia yang menyukai tempat teduh membuat tanaman itu bisa
menjadi salah satu pilihan sebagai hiasan indoor. Apalagi, pertumbuhan
maksimal hortensia hanya setinggi 1 sampai 1,5 meter. Misalnya, ditempatkan di
dekat jendela dalam ruangan.

PERAWATAN MUDAH: Owner Kebun Binar Bumi Pandasurya Wijaya
menunjukkan salah satu koleksi hortensia miliknya. Setiap hari tanaman ini
cukup dijemur selama 30 menit. (IMAM HUSEIN/JAWA POS)

”Asal paling tidak, tetap dijemur agar mendapat sinar matahari langsung.
Misalnya, sehari dijemur 30 menit sampai satu jam pada pagi hari, itu
seharusnya cukup,” ujar Panda.

Menurut dia, kesalahan umum yang membuat hortensia gagal mekar adalah
penempatan, pemupukan, dan asupan air. Biasanya pemilik tidak sadar area
tempatnya terlalu panas. Hortensia yang habitat aslinya di dataran tinggi yang
sejuk dan teduh pun akan kesulitan untuk bertumbuh. ”Selain itu, pemupukan.
Kalau mau rajin berbunga, hortensia harus rajin dipupuk, bisa pupuk cair atau
pupuk tabur,” tegas Panda.

Baca juga: Kaktus Mini untuk Mempercantik Ruangan

Harga hortensia terbilang terjangkau. Panda menyebutkan, biasanya dirinya
menjual dengan harga Rp 40 ribu–Rp 60 ribu per tanaman. Tanaman tersebut
ditempatkan di media polybag dan sudah memiliki 2–3 bakal bunga. Hortensia
cukup ampuh mempermanis sudut taman jika ditanam dalam jumlah yang cukup
banyak. ”Satu saja sebenarnya juga bagus, tapi kalau banyak dan semuanya
sedang mekar, akan terlihat lebih seru dan bagus,” bebernya.

Hortensia yang memiliki bentuk dan warna bunga mencolok, menurut Panda,
akan cocok disandingkan dengan pohon yang lebih tinggi sekaligus berfungsi
sebagai peneduh. Juga akan matching jika disandingkan dengan bunga-bunga
yang tidak lebih tinggi daripada hortensia.

”Untuk tanaman sekitarnya, bisa cari yang lebih pendek. Misalnya, bromelia.
Mereka mekarnya juga bagus, tapi memiliki ukuran yang lebih pendek,”
lanjutnya. (*)

Reporter: JPGroup

Update