Senin, 24 Juni 2024

Kaktus Mini untuk Mempercantik Ruangan

Berita Terkait

CANTIK: Yohanes Benyamin menunjukkan cara menanam kaktus mini hias
dalam pot. Disarankan pilih kaktus yang tidak mudah mati. (ROBERTUS
RIZKY/JAWA POS)

batampos – Kaktus mini bisa dijadikan alternatif mempercantik ruangan.
Bentuknya yang unik dan perawatannya yang relatif mudah bisa dilakukan
siapa saja bahkan bagi pemula sekalipun.

Yohanes Benyamin, pehobis tanaman sudah melakukan budidaya kaktus mini
sejak 2020.

Penghobi tanaman asal Surabaya itu merangkai kaktus mini menjadi tampak
indah nan estetis. Bahkan sangat cocok dijadikan pemanis ruangan.

Hobi tersebut awal mula ditekuni untuk mengisi waktu luang saat pandemi.
Sebab, merangkai kaktus terbilang lebih mudah dibandingkan metode lain.
Misalnya, terarium. ’’Lebih aman, tidak mudah busuk,’’ terangnya.

Yohanes, sapaan akrabnya, menjelaskan, kebanyakan orang senang memilih
rangkaian kaktus berukuran mini karena tampak lebih lucu dan dapat
diletakkan indoor.

Baca juga: Bibit Tanaman dari Eropa, Syngonium Red Spot Tricolor Dijuluki Tanaman Sultan

Semua jenis kaktus dapat digunakan. Tapi, dia merekomendasikan beberapa
jenis seperti echinopsis, mamukaria, haworthia, dan euphorbia. Pasalnya,
kaktus-kaktus itu terbilang tidak rewel dan tak mudah mati. Jangan lupa,
rangkaian kaktus harus memiliki kebutuhan air yang serupa. Tujuannya,
mempermudah ketika proses penyiraman. ’’Kalau berbeda-beda,
dikhawatirkan ada kaktus yang rusak,’’ tuturnya Jumat (14/4) lalu.

Komposisi pot harus diperhatikan betul supaya semakin menawan. Yang paling
pertama ditentukan adalah pemilihan ukuran dan bentuk pot. Yohanes
mencontohkan, pot berukuran 20 sentimeter dapat diisi 4 sampai 5 kaktus
mini.

Kaktus mini hias dalam pot. (ROBERTUS RIZKY/JAWA POS)

Bagaimana dengan warna pot? Setiap orang memiliki selera masing-masing.
Ada yang senang warna pastel nan artistik ataupun warna dasar seperti putih
yang terlihat elegan. ’’Ketinggian pot menyesuaikan kebutuhan gerak akar
kaktus,’’ ungkap pria 36 tahun itu.

Media tanam yang digunakan sebisanya bersifat tidak mengendapkan air
terlalu lama. Dengan begitu, kebusukan kaktus setidaknya dapat
diminimalkan.

Yohanes lebih sering menggunakan media tanam campur, yaitu sekam bakar,
pasir malang, pumice, dan perlite. Sebenarnya tidak ada acuan baku media
tanam yang wajib digunakan. Bisa juga menggunakan pumice dengan pupuk.
’’Lebih baik media tanam yang porous, campuran supaya lebih bernutrisi,’’
jelas dia.

Baca juga: Bonsai Afrika, Perawatan Mudah, Cocok untuk Pemula

Yohanes menjabarkan, media tanam diisi hingga tiga perempat pot. Setelah
itu, masukkan kaktus dan tambahkan media tanam secara berangsur-angsur
sampai kaktus tertanam.

Alat yang digunakan juga mudah didapatkan. Di antaranya, sekop mini atau
sendok plastik serta tatakan seperti piring atau wadah lain. ’’Sehingga waktu
proses penataan tidak semrawut. Kalau sudah biasa, cuma butuh 15 menit 1
pot,’’ sebutnya.

Kaktus mini hias dalam pot. (ROBERTUS RIZKY/JAWA POS)

Penataan kaktus turut diperhatikan betul agar tampak pas saat dipandang.
Misalnya, kaktus yang lebih tinggi diletakkan di bagian belakang atau
pinggiran pot. Sementara, kaktus berukuran pendek dapat diletakkan di area
depan. Setelah itu, bagian atas media tanam bisa diberi batu hias akuarium
atau aksesori boneka berukuran kecil. ’’Buat pemanis supaya media tanam
tidak langsung terlihat. Batu bisa ditata lebih rapi,’’ paparnya.

Jika telah siap, kaktus hias dapat diletakkan di outdoor dan indoor. Namun,
jika di dalam ruangan, sirkulasi udaranya harus baik. Serta, berada di posisi
ideal mendapatkan sinar matahari. Fungsinya, kebutuhan fotosintesis kaktus
terpenuhi. Alternatif lain, andai kata tak bisa melakukan hal tersebut, kaktus
rutin dijemur di terik matahari selama dua jam sepekan dua kali. ’’Tidak
disarankan di ruangan ber-AC karena tidak terlalu tahan,’’ ungkap dia.

Tak usah khawatir harus rutin menyiram tanaman tersebut. Penyiraman hanya
perlu dua kali setiap pekan. Tapi, yang harus dicermati, jangan sampai terlalu
basah. Salah-salah, kaktus menjadi busuk berujung kematian. Alumnus SMA
Petra 4 Surabaya itu juga menyarankan memakai pot dengan lubang.
Fungsinya, air langsung mengalir keluar dan tak menggenang di media tanam.
’’Kalau musim hujan, cukup disiram sekali saja,’’ katanya.

Kaktus mini hias itu juga tak terlalu membutuhkan nutrisi tambahan. Sebab,
pada dasarnya kaktus hidup di kondisi tandus dan minim nutrisi. Namun,
nutrisi tetap bisa diberikan jika ingin tampak lebih subur dan sehat. Yaitu,
mencampur 1 sendok makan vitamin B1 dengan 5 liter air. Campuran tersebut
tak harus diberikan terpisah, dapat bersamaan dengan waktu penyiraman.

Tidak berarti kaktus tersebut tak bisa terjangkit penyakit. Hama kutu putih
yang paling umum muncul. Hal itu harus segera diatasi dengan cara
membersihkan tanaman dengan menggunakan sikat gigi halus secara
perlahan. Serta, memakai busa dari sabun cuci piring. Setelah itu, dapat
disemprotkan insektisida dan fungisida. ’’Semakin cepat diatasi semakin baik,”
tegasnya. (*)

Reporter: JPGroup

Update