Rabu, 17 Agustus 2022

Mengajari Anak Berbahasa Asing, Harus Kreatif & Menyenangkan

Berita Terkait

 

ILUSTRASI BELAJAR ANAK USIA DINI. (Istimewa/sekolah.mu)

batampos – Dalam dunia pendidikan yang kompetensinya makin ketat, para orang tua mulai berpikir untuk menambah bekal bahasa asing kepada anak-anak selain bahasa ibu. Pilihan bahasa asing pada anak usia dini, minimal bahasa Inggris.

Menurut praktisi pengajar bahasa Farli Sukanto kepada jawapos.com, era sekarang ini bahasa Inggris bukan lagi menjadi skill melainkan sudah menjadi sebuah kemampuan dasar bagi seorang anak.

Masih menurut Farli Sukanto, ada beragam metode dan kurikulum untuk mengajarkan bahasa Inggris kepada anak. “Setiap sekolah mengajarkannya dengan cara yang penuh kreatif,” katanya.

Saat ini, tambahnya, ada sistem blended learning. Sistem itu memakai metode kelas Living English yang kerap digunakan sekolah internasional, karena memakai kurikulum Cambridge.

“Living English menyediakan pembelajaran bahasa Inggris mulai dari jenjang PAUD hingga SMA dengan pembelajaran dua arah yang menyenangkan. Hal itu membuat anak dapat berinteraksi secara langsung dan belajar jadi lebih interaktif,” ujar Farli Sukanto yang juga Chief of Sekolah.mu.

Kelas Living English, kata Farli, menghadirkan beragam konten belajar menarik yang dapat dipelajari secara mandiri. Mulai dari video pembelajaran, infografis rangkuman materi, kuis, dan games virtual.

Pengajarannya menggunakan prinsip pembelajaran menyenangkan dan bermakna. Siswa tidak hanya duduk diam mengikuti pelajaran, tetapi berinteraksi lewat permainan interaktif, dongeng, praktikum mandiri dengan toolkit.

Adapun pembelajaran bermakna yakni materi pembelajaran dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari. Hal itu membuat murid dapat pemahaman yang lebih mudah dalam mengaplikasikannya dalam kehidupan.

“Sistem itu memberi pemahaman speaking, reading, writing dan listening, agar anak dapat memahami bahasa Inggris sedari dini melalui tema-tema yang menarik. Menariknya lagi lebih kontekstual dengan kehidupan anak-anak,” kata Farli.

Selain itu, agar anak dapat lebih lancar berbahasa Inggris yakni belajar dari guru native. Kehadiran guru native menambah animo dan suasana belajar benar-benar di tengah penutur bahasa asing.

Di samping itu, pengajaran bahasa Inggris pun harus menggunakan pendekatan pembelajaran yang berpusat pada anak itu sendiri. Supaya setiap proses terpersonalisasi kepada kebutuhan anak untuk belajar. (*)

Reporter : Jpgroup

Update