Senin, 15 April 2024

Kecanduan Skibidi Toilet Bisa Berbahaya Bagi Anak-anak, Lebih Baik Hindari Nonton

Berita Terkait

Peradangan Gusi Bisa Diobati di Rumah

Skibidi toilet adalah konten video yang aneh, nyeleneh, bahkan bisa disebut mengganggu namun viral di kalangan anak-anak.

batampos – Kecanduan menonton Skibidi Toilet bisa berbahaya. Menurut psikolog, tontonan animasi seperti itu merupakan tontonan yang lebih baik dihindari. Viral di TikTok sebuah video yang menampilkan anak-anak memerankan animasi skibidi toilet.

Skibidi toilet adalah konten video yang aneh, nyeleneh, bahkan bisa disebut mengganggu namun viral di kalangan anak-anak. Akun YouTube DaFuq!?Boom!, mengunggah skibidi toilet season 1 yang sudah ditonton lebih dari 20 juta kali dan masih rutin mengunggah video baru.

Skibidi toilet berisi animasi yang memunculkan kepala dengan mata melotot dari lubang toilet, lengkap dengan lagu dan suara aneh. Kepala yang keluar dari lubang toilet itu berjoget, memanjang, serta berputar 180 derajat.

Baca Juga:Ingatkan Peran Anak untuk Orang Tua, Film Just Mom Mulai Tayang di OTT

Ferdian Permana, seorang psikolog melalui akun TikTok @katapsikologi menjelaskan bahwa anak-anak sangat rentan meniru sesuatu yang dilihat dan disukai. Ferdian juga menyarankan agar orang tua bertindak aktif menjadi pelindung dari banyaknya tontonan yang kurang bermanfaat.

“Anak-anak sangat rentan sekali untuk diracuni oleh hal-hal kurang bermanfaat. Sebisa mungkin jangan terlalu banyak exposure terhadap video-video, entah itu YouTube atau TikTok,” ungkap Ferdian dikutip JawaPos.com, Kamis (3/8).

Tampak miris ketika anak-anak dan balita menirukan suatu gerakan aneh dan mengganggu. Itu bisa terjadi karena orang tua memberi akses bebas kepada anak untuk memang HP sendiri.

Ketika anak terlanjur melihat dan menyukai video skibidi toilet, menurut Ferdian tayangan menyeramkan serupa akan menjadi rekomendasi berikutnya. Dampaknya, anak-anak akan meniru apa yang dilihatnya tersebut.

“Apalagi kalau anak dari kecil sudah mengontrol sendiri, pegang HP sendiri mau nyari apa, dan sekali dia menyukai video itu yang ditawarkan kepada anak ini adalah video yang serupa. Dan anak ini akan meniru perilaku yang sama dengan seperti yang ada di animasi tersebut,” imbuhnya.

Masa balita menjadi waktu yang sangat penting sebagai perkembangan otak anak. Animasi yang kurang bermanfaat justru dapat menghambat pertumbuhan itu.

Orang tua diharapkan menyaring apa saja tontonan untuk anak, apalagi dalam media sosial yang gencar informasi. Usahakan memberi tontonan yang bermanfaat dan baik. Sedangkan video seperti skibidi toilet lebih baik dihindari.

“Bagi para orang tua tolong hati-hati ketika memberikan tontonan, memberikan YouTube Shorts atau TikTok, tontonlah yang bermanfaat saja. Yang seperti ini (skibidi toilet red) lebih bagus dihindari,” pungkasnya. (*)

Reporter: jpgroup

Update