Kamis, 25 April 2024

Ingatkan Peran Anak untuk Orang Tua, Film Just Mom Mulai Tayang di OTT

Berita Terkait

Film Just Mom (mata-mata.com)

batampos – Setelah lebih dari satu tahun dirilis di bioskop, film Just Mom akhirnya menyasar pasar yang lebih luas melalui platform OTT. Film garapan sutradara Jeihan Angga itu resmi tayang di Bioskop Online, Rabu (2/8). Film tersebut mengisahkan Siti (Christine Hakim), ibu tiga anak yang memutuskan untuk merawat orang dalam gangguan jiwa (ODGJ) bernama Murni. Keputusan itu diambil lantaran Siti iba melihat kondisi Murni yang sedang hamil.

Kehadiran Murni mampu mengubah hidup Siti yang tadi merasa kesepian karena jauh dari anak-anaknya. Dua anak Siti tinggal di luar kota. Sementara, Siti hanya tinggal bersama asisten rumah tangga dan putra bungsunya yang juga anak angkat, Jalu.

Baca juga:Negara dengan Penduduk Terpendek di Dunia, Indonesia Peringkat Berapa?

Awalnya, semua berjalan dengan mulus. Sampai akhirnya, Murni mengamuk dan membuat anak-anak Siti membawa Murni ke rumah sakit jiwa. Kondisi tersebut jelas membuat Siti sedih hingga kesehatannya melemah.

Meski film itu diproduksi tiga tahun lalu, ada satu scene yang sangat membekas bagi Hanung Bramantyo selaku produser. Yakni, ketika Jalu mengungkapkan isi hati Siti yang terpendam kepada kedua kakaknya, Pratiwi (Niken Anjani) dan Damar (Ge Pamungkas). Selama ini ternyata Siti memendam kerinduan mendalam terhadap mereka. Namun, Siti tidak berani mengungkapkan karena khawatir merepotkan. Ucapan Jalu berhasil menyadarkan dirinya terkait dengan peran anak terhadap orang tua.

”Ketika ibu sakit, kami (anak) hanya saling menyalahkan. Itu yang buat saya menyentuh sekali, nggak bisa membendung air mata,” kata Hanung saat konferensi pers di fX Sudirman, Jakarta Pusat, kemarin.

Suami Zaskia Adya Mecca itu mengakui, film Just Mom juga relate dengan kehidupannya. Terutama karakter Pratiwi. Sebagai anak pertama, mereka sama-sama punya rasa tanggung jawab lebih untuk menjaga orang tua.

Namun, jarak dan pekerjaan sering kali menjadi hambatan Hanung tidak bisa langsung menebus kerinduan terhadap ibunya. Begitu pun Pratiwi yang tidak bisa meninggalkan anak dan suami seenaknya. ”Sekalipun tokohnya diganti perempuan, Pratiwi itu saya banget. Karena saya juga terpenjara oleh aktivitas dan anak-anak,” ungkap sineas asal Jogjakarta tersebut.

Hanung menceritakan, dirinya pernah pulang ke rumah ibunya tanpa membawa istri dan anak-anak. Namun, keputusannya itu malah menimbulkan kecurigaan orang tuanya. ”Ibu selalu nanya, ’Kok pulang sendirian? Ada masalah, ya?’ Jadi, itu yang bikin saya nggak bisa pulang sendirian karena harus cari waktu karena istri dan anak juga sekolah. Kan ribet,” jelas Hanung.

Berperan sebagai ODGJ, Ayusitha punya cara unik untuk mendalami karakternya. Dia melakukan riset khusus dengan mengamati kucing liar di sekitar rumahnya. ”Ada satu kucing yang matanya bagus, tapi dekil. Penakut sekali (sama orang),” ungkap Ayusitha.

Menurut dia, kucing tersebut seolah punya trauma mendalam terhadap manusia. Setelah melakukan berbagai pendekatan, Ayusitha berhasil berteman baik dengan kucing liar itu. Lalu, membawa trauma yang dialami si kucing ke dalam tokoh Murni. ”Kurang lebih melihat trauma si kucing ini dan aku mencoba mengaplikasikannya ke Murni. Ibaratnya, aku mau merasakan gimana rasanya,” terang dia.

Di film Just Mom, Ayusitha juga berakting tanpa banyak dialog. Sepanjang durasi film, dia hanya mengucapkan satu kata yang diulang tiga kali. Ayushita menuturkan bahwa tuntutan itu tak lantas mudah baginya. Sebab, dia tetap harus meyakinkan penonton dari mimik mukanya. ”Jadi, tetap harus konsisten dengan narasi, tetap main sesuai karakternya,” jelasnya. (*)

Reporter: jpgroup

Update