Senin, 4 Maret 2024

Habis Ngopi lalu Ingin BAB, Kok Bisa?

Berita Terkait

Ilustrasi minum kopi (jawapos.com)

batampos – Pernah mengalami, selepas minum kopi lalu ingin Buang Air Besar (BAB)? Begini penjelasannya, ketika kamu tertidur, fungsi pencernaan melambat dan saat bangun, hal pertama yang dimakan atau minum akan mengaktifkan sistem pencernaan. Jika menyesap kopi akan langsung membuat usus bekerja.

Kontraksi dan relaksasi otot pada sistem pencernaan dikenal sebagai gerakan peristaltik, membuat tubuh memindahkan makanan ke seluruh usus besar, kontraksi ini mungkin dimulai dalam waktu empat menit setelah minum kopi.

Baca Juga: Pelanggan YouTube Music dan Premium Capai 100 Juta

“Kopi bisa menyebabkan buang air besar karena mengandung asam yang meningkatkan hormon gastrin,” jelas ahli gastroenterologi Andrew Boxer, dikutip JawaPos.com dari EatingWell, Minggu (4/2).

Gastrin menyebabkan kontraksi otot yang tidak disengaja di perut (peristaltik), membuat usus bergerak.

“Kafein meningkatkan hormon gastrointestinal seperti Kolesistokinin (CCK), gastrin dan motilin, meningkatkan motilitas usus dan membantu kontraksi otot polos,” kata Boxer.

Baca Juga: Fitur Handsfree Power Liftgate di Mitsubishi Xforce yang Canggih, Buka Bagasi Tanpa Ribet!

Kolesistokinin juga meningkatkan produksi empedu di usus kecil. Bila minum kopi lebih banyak dari biasanya, semakin tinggi jumlah kolesistokinin bisa membuat buang air besar menjadi lebih cepat.

Meski begitu, waktu saat minum kopi perlu diperhatikan karena sistem pencernaan lebih sensitif pada waktu-waktu tertentu.

Sistem pencernaan mengalami peningkatan aktivitas di pagi hari karena peralihan dari ritme sirkadian ke kewaspadaan, menurut Journal of Clinical Gastroenterology.

Nyatanya jenis kopi membuat perbedaan pada pergerakan usus tergantung faktor yang memengaruhi, misal:

Kafein vs Tanpa Kafein

Meskipun kafein bukan satu-satunya komponen yang meningkatkan keinginan untuk buang air besar, kafein jelas merupakan salah satu faktornya.

“Kafein menstimulasi otot-otot dalam sistem pencernaan termasuk usus besar, meningkatkan pergerakan tinja melalui usus dan mengakibatkan buang air besar lebih sering,” kata dokter Danielle Kelvas.

Sebagai referensi, secangkir kopi standar mengandung 80–100 miligram kafein. Tergantung pada kondisi kesehatan dan toleransi kafein, tubuh mungkin lebih atau kurang sensitif terhadap jumlah tersebut.

Baca Juga: Serotonin vs Dopamin: Ketahui Perbedaan Antara Dua Hormon Bahagia yang Tingkatkan Mood

Di sisi lain, kopi tanpa kafein mengandung sedikit kafein. Meskipun mungkin tidak memiliki efek yang sama pada usus, beberapa penelitian menemukan kopi tanpa kafein juga membuat ingin BAB.

Panas vs Dingin

Kopi panas mengandung kafein dan kekuatan minuman standar. Es kopi memerlukan perendaman bubuk kopi untuk mengekstrak kekuatan minuman yang pekat.

Kopi yang diintensifkan dapat meningkatkan produksi hormon berlebih menyebabkan kontraksi usus besar.

Lalu, asupan kafein berlebih memengaruhi tekanan darah menyebabkan vasokonstriksi, menurut Nutrition Research Reviews.

Baca Juga: Menikmati Dynamic Sound Yamaha Premium Mitsubishi Xforce

Hidup dengan tekanan darah tinggi bisa meningkatkan kemungkinan terjadinya penyakit jantung kronis, Selain itu, kafein harus dibatasi pada kehamilan dan menyusui, (*)

 

SourceJP Group

Update