Selasa, 23 April 2024

Gerai McDonald’s Didekorasi Bernuansa Palestina, Respon Warga Net Tak Terduga

Berita Terkait

Gerai McDonald’s menggunakan dekorasi berbau Palestina (Instagram @keluhkesahojol)

batampos – Gerai McDonald’s didekorasi bernuansa warna bendera Palestina. Sebelumnya pernyataan McDonald’s Israel yang menyatakan dukungannya pada Israel, membuat McDonald’s menjadi salah satu sasaran boikot oleh masyarakat Indonesia.

Meskipun telah melakukan klarifikasi jika McDonald’s Indonesia tidak ada hubungannya dengan McDonald’s Israel, warganet masih tetap pada pendiriannya untuk meninggalkan McDonald’s.

Hal itu terbukti dengan masih sepinya pelanggan McDonald’s usai klarifikasi yang telah diberikan melalui akun Instagram @mcdonaldsid.

Bahkan beberapa video viral juga menunjukkan gerai fast food tersebut tidak memiliki pelanggan sama sekali disaat jam ramai makan siang.

Baca Juga: Dinar Candy Pergi Umrah Bareng Ko Apex, Sudah Nikah Siri

Menanggapi hal tersebut, salah satu gerai McDonald’s menunjukkan dukungannya kepada Palestina secara terang terangan.

Restoran makanan cepat saji itu membuat dekorasi yang mengandung warna warna bendera Palestina menggunakan balon-balon.

Selain itu, para pelayan yang bekerja pun menggunakan syal yang bergambarkan bendera Palestina.

Upaya tersebut dilakukan McDonald’s untuk menarik kembali pelanggan usai isu yang beredar.

Dukungan yang diberikan McDonald’s tersebut juga dilakukan sebagai upaya untuk menepis isu yang mengabarkan McDonald’s dukung Israel dalam konflik.

Hal ini mengundang beragam komentar warganet, banyak dari mereka yang masih enggan menjadi pelanggan McDonald’s kembali.

“Gak bakal berubah harus tetep boikot,” komentar akun instagram @azizah_rosyid.

“Tetap aja itu kaya topeng. asli nya msh utk para Z10n15,” komentar akun @saddamessi90.
Boikot McDonald’s ini diduga masih menjadi pro dan kontra di kalangan masyarakat. Sebab tak sedikit dari warganet yang mempertanyakan apakah McDonald’s Indonesia masih berhubungan dengan McDonald’s yang ada di Israel.(*)

Reporter: jp group

Update