Senin, 8 Agustus 2022

Fashion Muslim dan Kosmetik Halal Jadi Ikon Kebanggaan Indonesia

Berita Terkait

Glossy dan Tahan Lama

Tawaran Gaji Rp 1,1 M untuk Pencicip Permen

ILUSTRASI. Ajang pekan mode membuka peluang bagi paku industri fashion dan kecantikan untuk memperluas target pasar mereka bahkan hingga ke kancah global

batampos.co.id – Seiring dengan perkembangan fashion, kosmetik muslim juga semakin didorong untuk bisa go internasional. Adanya ajang pekan mode membuka peluang bagi pelaku industri fashion dan kecantikan untuk memperluas target pasar mereka bahkan hingga ke kancah global.

“Industri fashion dan kosmetik muslim adalah dua industri yang saling melengkapi,” kata Ketua Persatuan Perusahaan Kosmetik Indonesia (Perkosmi) Sancoyo Antarikso, dalam keterangan resmi, Selasa (9/11).

BACA JUGA:

Keduanya dapat tumbuh beriringan dan menjadi ikon kebanggaan bangsa. Menurutnya syarat kosmetik muslim adalah dengan mengantongi sertifikat halal. “Kami mendukung merek kosmetik Indonesia yang bersertifikat halal,” ungkap Sancoyo Antarikso.

Semangat ini juga dituangkan dalam acara Embracing Jakarta Muslim Fashion Week yang akan berlangsung pada tanggal 18 November 2021 di Aquatic Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta. Jakarta Muslim Fashion Week akan fokus memperkenalkan desain fashion muslim Indonesia yang kaya keberagaman kepada pasar domestik dan dunia Internasional. Tapi juga mendukung akselerasi dunia usaha dan membangun kekompakan bersama ekosistem berbagai sektor usaha antar pengusaha dari hulu ke hilir dalam inisiasi Jakarta Muslim Fashion Week sebagai pusat muslim fashion dunia.

Perwakilan KADIN dan sekaligus Wakil Ketua Komite Promosi Fashion Muslim Nasional, Anne Patricia Sutanto, mengatakan Jakarta Muslim Fashion Week akan menjadi program annual Kemendag dan KADIN yang bertujuan membesarkan sektor-sektor usaha berorientasi domestik dan ekspor. Sehingga ke depannya dapat menjadi muslim fashion event terbesar di dunia.

“Fashion muslim Indonesia punya potensi yang besar untuk dapat bersaing di pasar global. Potensi tersebut antara lain Indonesia memiliki beragam desain dengan ciri khas budaya yang menampilkan wastra Indonesia, seperti batik, tenun, border, dan aksesoris (perhiasan). Industri lainnya yang mendukung fashiom muslim Indonesia adalah industri produk kosmetik dan kecantikan yang halal. Semua potensi inilah yang penting untuk diperkenalkan ke dunia internasional,” tambah Anne.

Sementara itu, Ketua Indonesia Fashion Chamber (IFC) Ali Charisma, mengungkapkan, event ini bisa memperkuat nilai produk fashion muslim yang sudah terstandardisasi sesuai dengan kebutuhan pasar ekspor.

“Kami berharap Jakarta Muslim Fashion Week bisa membawa Indonesia menjadi kiblat fashion muslim dunia,” kata Ketua Indonesia Fashion Chamber (IFC) Ali Charisma, sebagai representatif dari para desainer fesyen muslim Indonesia. (*)

Reporter : JP Group

Update