Kamis, 8 Desember 2022

8 Profesi Butuh Minum Kopi sebagai Mood Booster

Berita Terkait

Aktor Arifin Putra menunggu seduhan kopinya agar tersaring sempurna. (Instagram/arifinputra)

batampos – 8 profesi membutuhkan minum kopi sebagai mood booster atau pembangkit mood. Kopi mengandung kafein yang dapat membuat seseorang terjaga dan lebih semangat. Saat jenuh dan bosan, minum kopi dapat menjadi pembangkit mood.

“Pejuang masa kini terus berjuang dalam kehidupan mereka sehari-hari dengan caranya sendiri. Perlu diingat bahwa pejuang tidak hanya hidup di masa lampau, tapi juga ada dalam kehidupan sekarang bahkan mungkin ada di dalam diri setiap orang,” kata Thomas Dosy dari PT Bumi Cipta Rasa baru-baru ini.

Baca Juga:Kusumo Priyono Meninggal Dunia, Punya Riwayat Sakit Jantung

Sedikitnya ada 8 ‘pejuang’ yang membutuhkan secangkir kopi sebagai pembangkit mood. Siapa saja mereka?

1. Pejuang Deadline

Para pejuang yang mendedikasikan waktu, usaha, dan tenaga setiap harinya untuk menyelesaikan pekerjaannya dengan tepat waktu

2. Pejuang Masa Depan

Generasi muda penerus bangsa yang sedang berjuang menuntut ilmu untuk lulus dari masa studi demi masa depan yang terjamin

3. Pejuang Sporty

Mereka yang terus semangat latihan dan berkompetisi untuk mengumpulkan koleksi medali dengan harapan memajukan industri olahraga Indonesia, atau bagi mereka yang sedang berjuang mengadopsi pola hidup sehat

4. Pejuang Push Rank

Para atlet esport dan juga gamers Indonesia yang berjuang dengan taktik dan kerjasama tim mereka untuk memenangkan pertandingan dengan atlet dari berbagai negara.

5. Pejuang Content

Individu kreatif yang terus membagikan konten-konten bermanfaat di media sosial dan juga menjadi suara para netizen

6. Pejuang Musik

Para musisi yang sering menjadikan cerita-cerita unik atau pahit mereka menjadi susunan nada indah

7. Pejuang Paket

Kurir paket yang selalu datang membawa kebutuhan sehari-hari yang sudah kita beli secara daring

8. Pejuang Get Well Soon

Para tenaga medis yang sudah berjasa memberikan yang terbaik dalam pelayanan medis, terutama sejak masa pandemi. (*)

Reporter: jpgroup

Update