Rabu, 17 Agustus 2022

Lengkungan ala Art Deco Beri Sentuhan Klasik 

Berita Terkait

Pintu kayu merupakan akses masuk menuju selasar. Foto-foto: Ivan Eldo untuk Jawa Pos

batampos – Dengan arsitektur dan pengaturan ruang yang baik, satu lahan dijadikan hunian untuk tiga keluarga pun tetap memungkinkan. Tentu tanpa meninggalkan konsep rumah sehat.

Hal itulah yang menjadi dasar dibangunnya HH House oleh Ivan Eldo, founder STUDIE Architecture & Interior Design Studio. Dari lahan asli seluas 300 meter persegi (12 x 25 meter persegi), pemilik hanya ingin separonya yang dibangun menjadi rumah. Permintaan utamanya adalah agar rumah tersebut bisa ditempati dua keluarga kecil yang terdiri atas dua pasangan yang berusia senior (kakak-beradik) serta anaknya ditambah satu anaknya yang sudah berkeluarga.

Akhirnya Ivan membuat konsep dua massa bangunan yang dipisahkan inner court atau taman tengah. Dengan begitu, privasi masing-masing keluarga pun terjaga. Lantai 1 dikhususkan untuk pemilik rumah yang berusia senior. Selain kamar, di lantai 1 sudah terdapat kamar mandi, ruang tamu, dan dapur. Dengan begitu, mereka tidak perlu menaiki tangga ke lantai 2 untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Di lantai 2 khusus diperuntukkan pemilik rumah yang berusia muda. ’’Karena lansianya di bawah semua, saya buatkan ram saja buat masuk rumah (entrance, red), jadi tanpa tangga. Kalau anak-anaknya di lantai 2 bisa pakai tangga seperti biasa,’’ kata Ivan kepada Jawa Pos (grup Batam Pos) beberapa waktu lalu.

Untuk tema desain, Ivan memadukan gaya art deco dengan modern minimalis. Tema art deco itu diakuinya terinspirasi dari bangunan-bangunan tua yang ada di Kota Bandung, Jawa Barat.

“Karena penghuninya adalah orangtua, saya coba cari hal-hal yang sifatnya klasik, tapi antik,” kata Ivan.

Namun, art deco itu tidak sepenuhnya diterapkan. Ivan mengambil beberapa elemen saja. Misalnya, unsur lengkung yang diterapkan pada muka bangunan.

BACA JUGA: Membawa Interior Jepang ke Apartemen, Serasa Tinggal di Ryokan

Dominasi warna putih juga mewakili tema art deco tersebut, lalu sisanya adalah modern minimalis. Kendati demikian, rumah itu tetap terlihat menonjol. Salah satu penyebabnya, adanya banyak jendela kecil yang menghiasi bagian depan dan samping rumah. Pada fasad, rumah itu cenderung tertutup.

Di sana hanya terdapat pintu yang mengarah ke pintu masuk di samping rumah, satu jendela kecil di lantai satu, dan jendela panjang dengan balkon mini di lantai 2. Hal tersebut dilakukan agar privasi rumah tetap terjaga. Pasalnya, rumah yang terletak di kawasan Cempaka Putih, Jakarta, itu berada di tepi jalan yang ramai.

’’Tapi, begitu kita masuk ke dalam, ada banyak bukaan yang mengarah ke taman tengah,’’ kata Ivan. (*)

Reporter: JP Group

Update