Jumat, 9 Desember 2022

Membawa Interior Jepang ke Apartemen, Serasa Tinggal di Ryokan

Berita Terkait

Ini Tips Menghindari Lowongan Kerja Palsu

Tips Liburan Akhir Tahun

Sudut ruang tidur dekat jendela dilengkapi meja lesehan dan alas duduk. Spot itu bisa dijadikan area work from home maupun ngeteh sambil menikmati sinar matahari pagi. foto: IMAM HUSEIN/JAWA POS

batampos – Tak ada sofa yang menyam­but begitu masuk ke unit apartemen seperti pada umumnya. Yang ada, mata langsung dimanjakan dengan kehangatan suasana Jepang dari interior di living room. Didominasi nuansa putih dan kayu, ruangan mungil itu terasa menenangkan. Seperti masuk ke ryokan atau penginapan tradisional ala Jepang.

Diyah mengakui, dirinya sangat effort dalam mendesain interior unit apato miliknya. Saat itu dia hanya ingin menjalani work from home (WFH) dengan nyaman. Jadi, diperlukan sesuatu yang berbeda untuk unit apartemen yang dibelinya pada 2020 tersebut.

’’Karena pasti lebih sering di rumah, kan,’’ katanya saat ditemui di apartemennya, Sabtu (7/5) lalu.

Kala itu, yang langsung terpikir di benaknya adalah interior Zen ala Jepang. Diyah memang kadung jatuh hati pada Negeri Sakura. Jepang merupakan destinasi favoritnya saat traveling.

’’Nggak ada opsi lain. Saya mikirnya yang pas untuk ruangan ini kalau tidak Japanese, apa lagi?’’ tuturnya.

Keinginan itu berhasil diwujudkan Kong Young Fuk dan Ridha Maulida dari Gaia Project. Konsep Japanese dihadirkan seotentik mungkin. Mulai pintu masuk yang dibuat ala shoji (panel dari rangka kayu berlapis kertas transparan), living room dengan konsep tatami, hingga walk-in closet yang juga didesain ala Japanese style.

Desain interior di living room menjadi ’’nyawa’’ dari konsep Japanese yang diterapkan di apartemen Diyah. Tatami secara harfiah bermakna ’’lipat dan tumpuk’’. Konsep tatami ditampilkan lewat ruang tamu tanpa kursi, lesehan, cukup dengan alas duduk. Sofa diganti dengan storage multifungsi. Banyak laci yang bisa digunakan untuk menyimpan meja hingga bantal dudukan.

Sementara itu, atasnya bisa dipakai untuk duduk-duduk, bersantai menikmati suasana apartemen. Untuk benar-benar merasakan sensasi tatami, Afuk –sapaan Kong Young Fuk– sengaja menggunakan material high pressure laminate (HPL) bertekstur. ’’Japanese banget, kan? Compact-nya dapet, konseptual space saving furniture-nya juga dapet,’’ ungkap Afuk.

Konsep tatami itu ’’dikawinkan’’ dengan gate berbentuk lingkaran dan shoji yang mengarah ke balkon. Ditambah desain kisi-kisi vertikal dari kayu yang membuat ruangan terasa hangat. Membuat gate itu diakui Ridha jadi tantangan tersendiri. Sempat ada sedikit perubahan lantaran khawatir tidak presisi.

’’Karena kami inginnya sebisa mungkin simetris ya kanan-kiri,’’ ucapnya.

Menariknya lagi, living room diapit oleh dua ’’taman’’. Satu Zen garden mini yang berada di balkon dan satu lagi tanaman bambu yang sekaligus menjadi divider dengan ruang makan. Tanaman ala Jepang itu awalnya hanya sebagai pemanis, namun justru menjadi focal point yang menyedot perhatian tersendiri.

BACA JUGA: Ini Siasat untuk Dekorasi Rumah

Konsep tatami juga diterapkan di ruang tidur. Di pojok ruangan, Afuk dan Ridha memanfaatkan sisa space untuk area santai. Alih-alih meletakkan nakas, mereka membuat sudut yang bisa digunakan untuk area kerja.

’’Kami bikin staging di sana dengan jendela yang cukup lebar sehingga bisa menikmati sunrise dari spot itu,’’ papar Afuk.

Lagi-lagi Diyah tak mau setengah-setengah. Untuk melengkapi nuansa Jepang di kamarnya, dia bahkan membeli futon (kasur atau perangkat tidur ala Jepang) langsung dari asalnya. ’’Jadi, berasa seperti tinggal di ryokan saat di Kyoto,’’ ujar Diyah. (*)

Reporter: JP Group

Update