Jumat, 17 April 2026

Jensen Hidupkan Kembali Interceptor GTX, Mobil Legendaris dengan Mesin V8

Berita Terkait

Jensen Interceptor GTX diperkenalkan sebagai mobil performa modern dengan desain klasik dan mesin V8 untuk pasar global 2026. F. x.com/RevistaMotor.

batampos – Jensen International Automotive resmi mengumumkan model terbaru mereka, Interceptor GTX, sebagai langkah kebangkitan merek legendaris Jensen di industri otomotif global.

Nama Interceptor sendiri bukan hal baru. Model ini pernah menjadi ikon grand tourer Jensen sejak era 1970-an. Kini, Jensen menghadirkan kembali nama tersebut melalui Interceptor GTX dengan pendekatan yang sepenuhnya baru.

Berbeda dari tren restomod, Jensen menegaskan Interceptor GTX bukan sekadar versi remake dari model lama. Mobil ini dikembangkan dengan konsep clean sheet, yang berarti seluruh desain dan rekayasa dibuat dari nol.

Interceptor GTX dirancang sebagai mobil performa tinggi dengan karakter grand tourer modern, namun tetap mempertahankan DNA klasik yang menjadi ciri khas Jensen.

Mobil ini akan menggunakan mesin V8 khusus, dipadukan dengan sasis aluminium dan bodi yang dibuat secara handmade. Jensen juga menekankan pengalaman berkendara yang lebih analog, tanpa dominasi teknologi digital seperti pada mobil modern pada umumnya.

Direktur Pelaksana Jensen International Automotive, David Duerden, menyebut Interceptor GTX sebagai perpaduan antara tradisi dan inovasi.

“Jensen Interceptor GTX 2026 memadukan keahlian tradisional dan teknologi modern yang menegaskan karakter kontemporernya,” ujarnya dikutip dari Motor1, Kamis (16/4).

Proyek ini juga melibatkan Jeff Qvale, yang memiliki hubungan historis dengan Jensen. Keterlibatannya dinilai menjadi bagian penting dalam upaya menghidupkan kembali merek tersebut ke pasar global.

Jensen mengonfirmasi bahwa versi prototipe atau pra-produksi Interceptor GTX akan diperkenalkan dalam waktu dekat. Sementara peluncuran global dijadwalkan berlangsung pada 2026.

Kehadiran Interceptor GTX menandai era baru bagi Jensen, sekaligus menjadi alternatif di tengah tren elektrifikasi yang mendominasi industri otomotif saat ini. (*)

Update