Kamis, 18 Agustus 2022

Warga Batam, Begini Cara Pencegahan Jadi Korban Skimming

Berita Terkait

batampos.co.id – Kasat Reksrim Polresta Barelang, Kompol Reza Morandy Tarigan, mengimbau masyarakat untuk mewaspadai kejahatan pembobolan data nasabah bank atau skimming.

Hal ini dilakukan karena banyaknya korban yang dilaporkan pihak bank atas kasus pembobolan semacam ini.

“Jadi, skimming ini merupakan upaya pencurian data melalui pita magnetik kartu ATM untuk mengendalikan rekening korban,” kata Reza, kemarin.

Meski potensi pencurian data tetap ada, namun ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengecilkan potensi pencurian data tersebut.

“Ada beberapa tips untuk mencegah dan mengurangi risiko kejahatan ini,” ujarnya.

Upaya pencegahan tersebut, di antaranya menutup tombol pin ATM saat bertransaksi, menghindari bertransaksi di ATM yang berada di tempat sepi, serta merahasiakan kode one time password (OTP) bank.

Reza juga mengimbau kepada masyarakat untuk segera melapor jika menemukan hal yang mencurigakan saat bertransaksi di ATM.

Seperti, menemukan alat yang tidak biasa di ATM, ada nasabah yang bertransaksi lebih dari 5 menit, serta tidak mulus saat memasukkan kartu ATM.

“Pelaku skimming seperti yang diamankan kemarin ini pakai sistem coba-coba, sehingga pelaku cukup lama saat berada di mesin ATM. Maka, jika masyarakat menemukan hal yang mencurigakan, segera laporkan,” ungkapnya.

Sebelumnya, Satuan Reserse Kriminal Polresta Barelang berhasil membongkar sindikat pencurian dengan modus skimming atau pembobolan data nasabah bank.

Pembobolan ini dilakukan dua orang yang merupakan Warga Negara Asing (WNA) dan Warga Negara Indonesia (WNI).

Kedua pelaku yakni ZN, 51, Warga Negara Sri Lanka yang diamankan di Jakarta, serta JP, 42, warga Batuaji.

Keduanya juga merupakan residivis kasus yang sama dan bersamaan mendekam di LP Cibinong, Jawa Barat.

Dari pengakuan tersangka, J bertugas membobol data dan mengirim nomor PIN ATM target.

Kemudian, ZN bertugas memindahkan data tersebut ke dalam blank card atau kartu kosong yang telah dipersiapkan sebelumnya. Sedangkan, JP bertugas mengambil uang ke ATM.

“Dari laporan pihak bank swasta di Batam, ada sekitar 15 korban karena ada transaksi yang mencurigakan,” kata Wakasat Reskrim Polresta Barelang, AKP Juwita Oktaviani.(jpg)

Update