Selasa, 29 November 2022

Tips Pakar, Cegah Bahaya Konsumsi Vitamin C Drink

Berita Terkait

Pada masa pandemi, vitamin C semakin diandalkan karena perannya yang mampu menstimulasi sistem imunitas tubuh. Meski memiliki banyak manfaat, ternyata konsumsi vitamin punya aturannya sendiri lho.

Alih-alih memperkuat imunitas, konsumsi yang salah akan vitamin C justru bisa memicu permasalahan kesehatan lain.

Foto: Shutterstock

Misalnya, pada orang yang memiliki lambung sensitif. Untuk itu, kamu perlu memahami sejumlah aturan dari ahli berikut ini agar dapat memilih dan mengonsumsi vitamin C secara tepat.

Hindari yang Bersoda

Nutrisionis sekaligus pengurus DPP Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) dan Ketua Indonesia Sport Nutritionists Association (ISNA), dr. Rita Ramayulis, DCN, M. Kes. berpesan agar masyarakat mewaspadai kandungan soda di beberapa suplemen vitamin C dalam kemasan.

dr. Rita mengatakan penggunaan soda di vitamin C biasanya terjadi karena beberapa alasan. Mulai dari memberikan sensasi rasa, serta mengawetkan kandungan vitamin C agar lebih stabil. Meski demikian, ia menyebutkan bahwa soda memiliki efek jangka panjang yang dapat mempengaruhi tingkat kepadatan tulang dan memicu kerusakan gigi.

“Dari perspektif keseimbangan gizi, ini jelas mengganggu, apabila pengikatnya disodium fosfat, maka fosfat berlebih akan mendorong kalsium keluar, dalam waktu tertentu ini berpengaruh pada kepadatan tulang, jadi perlu hati-hati mengonsumsinya,” jelas dr. Rita dalam keterangan tertulis.

Pilih yang Aman untuk Lambung

Seorang tenaga kesehatan di Kota Depok, dr. Iwan Dermawan S. Ked mengaku menemukan banyak pasien yang mengeluhkan lambungnya perih sesudah minum vitamin C. Biasanya, keluhan ini ditandai dengan gejala sendawa berkepanjangan atau gejala-gejala tidak nyaman lainnya.

“Perlu diingat bahwa vitamin C memiliki nama lain asam askorbat. Sesuai namanya, maka sifatnya asam dan pada orang tertentu bisa mempengaruhi kondisi asam lambung,” tutur dr. Iwan.

Senada dengan dr. Iwan, dr. Rita menjelaskan suplementasi vitamin C yang beredar juga berbeda-beda ikatannya. Ada yang bentuknya asam askorbat murni dan biasanya cenderung bereaksi meningkatkan produksi asam lambung. Ada juga beberapa suplemen lain asam askorbat yang diikat dengan mineral yang bersifat basa.

“Jadi, ketika sampai di lambung tidak membuat situasi sangat asam, karena sifat mineral itu membasakan, sehingga terjadi keseimbangan asam basa di dalam lambung. Hal ini dimungkinkan berkat kecanggihan teknologi di bidang farmasi. Salah satunya sodium askorbat yang sering disebut buffered vitamin C. Jadi, walaupun sifat vitamin C sesungguhnya memang asam, namun vitamin C yang dihasilkan lebih bisa diterima oleh orang-orang dengan gangguan asam lambung,” tambah dr. Rita.

Waspada Penggunaan Pengawet

Untuk menghindari bahaya dari konsumsi vitamin C, perlu juga diketahui kandungan di dalamnya. Mineral-mineral yang biasa ditambahkan dalam minuman vitamin C, seperti sodium bikarbonat, disodium fosfat, sodium sitrat, serta tambahan pengawet lain, seperti sodium benzoat dan potasium sorbat, dalam jumlah tertentu bisa membuat pH lambung makin asam. Sehingga, membuat vitamin C yang dikonsumsi semakin sensitif bagi orang yang memiliki gangguan asam lambung.

“Bahkan sebenarnya risiko ini tidak hanya untuk yang memiliki lambung sensitif tetapi semua orang. Memang mereka yang lambungnya sensitif akan lebih cepat terpicu dan merasakan keluhan. Secara publik, sebenarnya BPOM memang sudah menentukan dosis aman, tetapi kadang-kadang masyarakat mengonsumsi lebih dari keperluan, baik frekuensi maupun dosisnya,” papar dr. Rita.

“Padahal kandungan zat-zat tersebut juga kita dapat dari makanan lain. Intinya, konsumsi zat-zat seperti larutan soda dan pengawet tadi dalam waktu tertentu akan mempengaruhi kesehatan pencernaan dengan manifestasi klinis seperti disebutkan tadi,” imbuhnya.

dr Rita mengatakan tak heran jika ada orang yang sampai mengalami keluhan seperti orang keracunan pasca mengkonsumsi vitamin C. Atau ada juga yang setelah mengkonsumsi vitamin C merasa mual, pusing, muntah, nafsu makan berkurang, hingga iritasi pada kerongkongan. Sehingga, efeknya tidak hanya dirasakan di lambung saja.

“Makin sedikit campuran zat pengawet ataupun zat-zat pengikat lain tentu makin baik. Sebenarnya kan kita tidak memerlukan zat lain selain yang kita cari, apalagi jika ada efek negatif dari kelebihan-kelebihan zat pengawet ataupun tambahan soda. Kemudian perhatikan juga dosisnya dan teknologi farmasi yang digunakan. Apakah keasamannya telah diolah agar lebih rendah. Itu semua perlu dipelajari agar kita bisa mengambil keputusan dengan tepat,” jelas dr. Rita.

Foto: dok. HiC1000

Paparan dari para ahli di atas tentunya menjadi pengingat saat kamu ingin mengkonsumsi vitamin C. Meski demikian, bukan berarti kamu harus takut apalagi ragu untuk mengkonsumsi vitamin yang banyak manfaat ini. Terlebih, kini ada HiC1000, produk vitamin C yang aman untuk bagi tubuh.

Produk terbaru dari KALBE Nutritionals ini memberikan solusi dengan menghadirkan vitamin C drink yang lebih sehat untuk masyarakat, serta aman untuk dikonsumsi setiap hari. Produk HiC1000 tidak bersoda dan diproses menggunakan teknologi buffered vitamin C yang lebih tidak asam, sehingga nyaman di lambung.

Selain itu, HiC1000 juga tidak menggunakan pengawet, jadi bisa dipastikan aman dan tidak akan menimbulkan keluhan kesehatan lain yang bikin tubuh tidak nyaman. Segera dapatkan produk dan promo khusus dari vitamin C HiC1000 yang jelas beda dan aman untuk tubuh di sini.

Update