
batampos – Daging kurban tidak langsung sebabkan hipertensi atau masalah kesehatan lain. Asal diolah dengan benar dan dikonsumsi dalam batas aman.
Dokter Spesialis Gizi Klinik dr. Jovita Amelia, M.Sc, Sp.GK mengingatkan masyarakat untuk memperhatikan cara memasak dan porsi konsumsi daging merah saat Idul Adha. Penggunaan garam juga harus dibatasi demi kesehatan.
“Yang perlu diperhatikan oleh penderita hipertensi adalah konsumsi garam yang tidak boleh berlebihan. Diusahakan jangan berlebihan menggunakan garam,” ujarnya dilansir dari JawaPos.com, Jumat (29/5).
Menurut dr. Jovita, risiko hipertensi sering dipicu oleh olahan daging tinggi garam, bukan daging itu sendiri. Faktor lain seperti penyedap, tauco, saus tiram, dan kaldu blok juga perlu diwaspadai.
“Makanan yang terlalu tinggi kandungan garamnya,” katanya saat menjelaskan jenis olahan yang dapat memicu tekanan darah tinggi.
Hindari Garam dan Lemak Berlebihan
Oleh karena itu, dr. Jovita menyarankan mengolah daging kurban dengan cara sederhana dan sehat. Daging harus dicuci bersih dan dimasak hingga matang dengan sempurna sebelum dikonsumsi.
“Dicuci bersih dan dimasak hingga matang,” ucapnya.
Selain itu, penggunaan garam berlebihan harus dihindari, terutama bagi penderita hipertensi. Pilih bagian daging yang tidak berlemak jika memungkinkan untuk mengurangi risiko kolesterol.
“Dicuci bersih, dimasak matang dan hindari pemakaian garam berlebihan. Jika memungkinkan hindari bagian yang berlemak untuk mengurangi asupan lemak yang dapat meningkatkan risiko kolesterol,” pungkasnya. (*)
