Senin, 22 April 2024

Serbuk Cangkang Telur untuk Nutrisi Tanaman Pakis

Berita Terkait

TEMPAT TEDUH: Fitriani menunjukkan pakis yang ditanaminya. Terdapat banyak jenis pakis yang berhasil dibudidayakan. (SALMAN TOYIBI/JAWA POS)

batampos – Serbuk cangkang telur untuk nutrisi tanaman pakis supaya tumbuh subur dan rimbun. Cangkang telur ini untuk memberikan kalsium tambahan selain pemberian pupuk secara rutin.

Pemakaian serbuk cangkang telur tidak boleh terlalu banyak. Cukup satu sendok untuk dua minggu sekali.

Caranya, menurut Fitriani pehobis sekaligus pembudidaya pakis yang tinggal di Ciganjur ini, cangkang telur harus dicuci terlebih dahulu agar bersih dan higienis.
Setelah itu, cangkang telur dijemur di bawah terik sinar matahari. Baru kemudian cangkang telur diblender atau ditumbuk sampai halus. ”Kalau sudah jadi serbuk, baru ditaburkan ke media tanam,” urainya.

Baca juga: Media Tanam Hidroton Bisa Dipakai Berulang, Lebih Mudah Menyerap Nutrisi

Cara ini kata Fitri manjur untuk tanaman pakisnya. Ratusan pot tanaman pakis ditata rapi di halaman depan rumahnya. Beberapa pot lainnya bahkan ditempatkan di garasi mobil karena saking banyaknya.

Untuk menanam pakis, Fitri menggunakan media tanam campuran. Yakni, tanah dicampur sekam bakar serta serbuk bambu atau kayu. Media tanam itu ampuh mempercepat pertumbuhan pakis. Fitri juga rutin memberikan pupuk kandang dua minggu sekali. ”Medianya harus poros, tidak boleh padat,” terangnya.

Foto: SALMAN TOYIBI/JAWA POS

Selain itu, Fitri memberikan tambahan asupan kalsium berupa serbuk cangkang telur pada setiap tanaman. Fungsinya hampir mirip dengan pupuk organik. Yakni, mempercepat pertumbuhan tanaman. ”Membantu penyerapan nutrisi juga,” tuturnya.

Fitri punya tips lain agar daun pakis tidak mudah kering. Salah satunya, rutin memotong pangkal daun yang sudah terlihat kering atau jelek. Selain itu, pakis tidak boleh terlalu banyak terkena sinar matahari langsung. Sebab, tanaman pakis sejatinya suka berada di tempat-tempat yang teduh dan lembap.

Berbagai jenis pakis tumbuh di rumah Fitriani. Di antaranya, pakis embun, irian, varigata, boston, keriting, monyet, dan haji. Ada pula pakis impor.

Dari jenis-jenis itu, pakis varigata yang paling banyak. ”Selain budi daya, saya beli (pakis, Red) dari petani di Bogor,” kata Fitriani kepada Jawa Pos yang berkunjung ke rumahnya di kawasan Ciganjur, Jakarta Selatan, Kamis (9/2) lalu.

Fitri baru dua tahun terakhir mengembangkan tanaman pakis-pakisan. Itu berawal saat Fitri terkena Covid-19 pada 2021. Oleh psikolog, Fitri yang sempat depresi karena terjangkit Covid-19 disarankan untuk melakoni terapi dengan cara berkebun. ”Dan, kebetulan memang saya suka berkebun,” ungkap perempuan 45 tahun itu.

F: SALMAN TOYIBI/JAWA POS

Dimulai dari niat terapi tersebut, lambat laun pakis yang ditanam Fitri semakin banyak dan rimbun.

Selain budi daya, Fitri mengembangkan bisnis jual pakis. Lewat media sosial (medsos), Fitri mengunggah foto dan video tanaman pakis untuk menarik minat pembeli. Dari situ, banyak penggemar pakis yang tertarik untuk membeli. Sebagian besar berasal dari kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).

Foto dan video pakis yang di-posting tersebut juga menarik minat pembeli dari luar Jawa. Misalnya, Aceh, Makassar, dan Maluku. Mayoritas merupakan ibu-ibu yang memang gemar dengan tanaman jadul atau. ”Ada ibu rumah tangga, ada dokter, psikolog juga. Mereka senang dengan pakis karena memberi nuansa sejuk,” tutur ibu tiga anak tersebut.

Dalam sebulan, ada 100 hingga 150 pakis yang terjual. Paling murah, satu tanaman pakis dijual Rp 85 ribu. Sedangkan yang paling mahal bisa mencapai Rp 700 ribu. ”Omzet sebulan kadang bisa tembus Rp 20 juta sampai Rp 30 juta. Lumayan buat tambahan pemasukan,” lanjutnya.

TIPS BERKEBUN PAKIS ALA FITRIANI
1. Siram pakis 1–2 hari sekali.
2. Taruh di tempat yang teduh, minim sinar matahari.
3. Gunakan media tanam berupa sekam bakar dan serbuk bambu.
4. Pakai pupuk kandang dua minggu sekali.
5. Taburkan satu sendok serbuk cangkang telur dua minggu sekali.
6. Potong pangkal daun yang mulai mengering. (*)

Reporter: JPGroup

Update