Rabu, 5 Oktober 2022

Roemah Kebaya Kenalkan Koleksi “Talavera” di Paris Front Row

Berita Terkait

Koleksi “Talavera” dari Roemah Kebaya yang akan dibawa ke peragaan busana di Paris Front Row, La Galerie Bourbon, Paris pada 4 September 2022. (ANTARA/Ho)

batampos- Kebaya “Talavera” karya Jenama Roemah akan dibawa ke ajang peragaan busana di Paris Front Row, La Galerie Bourbon, Paris pada 4 September 2022 mendatang.

Talavera atau dalam bahasa Indonesa adalah Tegel Kunci, merupakan ubin dengan motif tegel/lantai kuno yang sudah ada sejak abad 13.

Motif tegel yang populer di Indonesia berasal dari negara Spanyol dan Portugal. Di negara asalnya, motif ini memiliki nama sebutan Azulejo.

Para pendatang dari Spanyol mengajarkan pada penduduk lokal di daratan Meksiko tentang bagaimana cara membuat ubin motif tegel. Motif tegel yang dibuat para pengrajin di Meksiko lebih terkenal ketimbang yang berasal dari Spanyol.

“Keindahan tegel kunci menginspirasi saya dalam design Paris Front Row ini. Membayangkan detail dan warna bordir tegel kunci yang rumit berada pada desain baju saya seolah-olah mengajak kita kembali pada masa lalu yang penuh kedamaian dan keindahan,” ujar Vielga Wennida dikutip dari siaran resminya pada Rabu.

Vielga mengatakan bahwa koleksi kalo ini mendesain outer bordir manual dengan material organza sutera. Warnanya didominasi dengan kuning dan biru elektrik untuk musim panas 2023.

BACA JUGA: Gaya Trendi Kebaya Funky

Teknik bordir seretan manual memakan waktu pembuatan tiga minggu dengan kombinasi warna benang sebanyak enam warna.

Untuk memberikan kesan yang lebih atraktif, Vielga membuat desain pleats yang bertingkat-tingkat dengan material satin, yang memberikan kesan bahwa busana ini cocok untuk pesta formal.

“Sepatu dan aksesoris pun kami membuatkan sepatu dengan tema yang inline dengan baju, penuh dengan bunga yang mengindikasikan summer yang akan segera tiba,” kata Vielga. (*)

reporter: antara

Update

Periksalah Mata anak Sejak Dini

Ini Tips Perawatan Pada Orang dengan Demensia

Kebaya Dipromnosikan Perkumpulan WNI di Jenewa

Memanfaatkan Bengkuang, Dari Scrub Hingga Masker