Kamis, 8 Desember 2022

Punya Riwayat Stroke, Kurangi Makanan dari Tepung dan Gula Saat Sahur dan Berbuka

Berita Terkait

Ini Tips Menghindari Lowongan Kerja Palsu

Tips Liburan Akhir Tahun

ILUSTRASI: Makanan berserat tinggi cocok untuk asupan pasien dengan riwayat stroke yang sedang menjalankan ibadah puasa. (Jawapos.com)

batampos – Pasien dengan riwayat stroke tetap bisa menjalan ibadah puasa asalkan tetap mengikuti rambu-rambu yang ditetapkan oleh dokter. Salah satunya, saat berbuka puasa ataupun sahur mengurangi makanan dengan bahan tepung atau gula.

Yang paling baik adalah mengonsumsi protein dan serat. Tak lupa konsumsi air putih di antara waktu setelah berbuka dan sahur.

Ini saran dari Dokter spesialis saraf Untung Gunarto. “Ketika berbuka atau sahur selama Ramadan, seseorang dengan riwayat stroke perlu mengendalikan makanan berbahan dasar tepung dan gula. Perbanyak serat dan protein,” kata Untung seperti dilansir dari Antara di Purwokerto, Jawa Tengah, Senin (4/4).

Pelaksana Tugas Direktur RSUD Margono Soekarjo (RSMS) Purwokerto tersebut menjelaskan, seseorang dengan riwayat penyakit stroke bisa tetap berpuasa karena sangat bermanfaat dan berdampak baik bagi kesehatan tubuh. ”Bisa tetap puasa, asal tetap perhatikan asupan makanan dan juga memperbanyak konsumsi air putih selama berbuka puasa hingga sahur,” ujar Untung.

Selain itu, lanjut dia, seseorang dengan riwayat penyakit stroke harus menghindari paparan panas atau berkeringat berlebihan. ”Cari tempat yang nyaman, pada sore hari menjelang berbuka bisa sedikit olahraga ringan seperti senam dengan gerakan-gerakan sederhana. Bahkan gerakan saat beribadah salat juga bisa menjadi bagian dari relaksasi,” papar Untung.

Untung menambahkan, seseorang dengan riwayat stroke juga perlu menghindari makanan yang cenderung merangsang batuk, membuat sembelit, dan merangsang BAK.

”Tetap jaga asupan gizi seimbang selama Ramadan, hindari makanan bertepung dan gula secara berlebihan, pastikan kandungan makronutrien seperti karbohidrat, protein, dan lemak juga mikronutrien seperti vitamin dan mineral serta air telah tercukupi dengan baik,” tutur Untung.

Dokter yang praktik di sejumlah rumah sakit di Purwokerto itu, mengingatkan seseorang dengan riwayat stroke yang mengonsumsi obat secara rutin sesuai anjuran dokter perlu tetap melakukannya dengan menyesuaikan saat berbuka dan sahur.

”Tetap konsumsi obat rutin sesuai anjuran dokter dan disesuaikan minumnya saat berbuka dan sahur. Jangan menghentikan obat tanpa konsultasi dokter,” terang Untung.

Menurut dia, ibadah puasa bila dilakukan dengan baik dan niat kuat akan membawa dampak positif bagi seseorang dengan riwayat stroke. ”Niatkan puasa karena Allah, karena akan berdampak positif untuk yang menjalankannya. Rasa gembira juga akan bisa menjaga imunitas selama pandemi Covid-19,” ucap Untung. (*)

Reporter : Antara/JP Group

Update