Kamis, 30 Mei 2024

Penderita Osteoporosis Pasca Menopause Bisa Terbantu dengan Air Alkali

Berita Terkait

Tips Merawat dan Memberi Perintah Anjing Pudel

Tips Mengatasi Anak yang Mengalami Tantrum

Ilustrasi osteoporosis. Pexels

batampos – Penderita osteoporosis pasca menopause bisa terbantu dengan air
alkali. Air alkali adalah jenis air minum yang memiliki pH basa diatas angka 8,
atau disebut dengan air pH 8+.

Hal ini berbeda dengan air minum biasa yang memiliki nilai pH dibawah 7. Air
minum dengan pH 8+ mengandung mineral alkali dan ORP negatif.

ORP (Oxidation reduction potential) merupakan kemampuan air untuk
bertindak sebagai antioksidan.

Penelitian mengenai konsumsi air alkali mampu meningkatkan skor T tulang
belakang pada wanita menopause yang menderita osteoporosis.

Baca juga: 5 Tips Ringankan Gejala Menopause

Menurut dr. Bambang Setiyohadi, Sp.P.D., konsultan reumatologi Universitas
Indonesia, osteoporosis, kondisi yang menyebabkan berkurangnya kepadatan
tulang dan menyebabkan fraktur (patah tulang) lebih rentan diderita
perempuan.

Perempuan, lanjut dr. Bambang lebih beresiko terkena osteoporosis daripada
pria. Berdasarkan data dari kementerian kesehatan, setiap bertambahnya
umur satu dekade akan meningkatkan osteoporosis 1,4-1,8 kali.

Osteopororsi berkaitan dengan produksi kadar hormon estrogen baik secara
langsung maupun tidak langsung.

Secara langsung kadar estrogen yang tinggi mampu meningkatkan formasi
tulang dan menghambat pemecahan serta penyerapan tulang oleh osteoklas.
Osteoklas sendiri bekerja dalam memecah jaringan pada tulang dan transfer
kalsium dari tulang ke darah.

Secara tidak langsung hormon estrogen berfungsi dalam penyerapan kalsium
di usus dan sekresi hormon paratiroid.

Baca juga: Mau Tunda Menopause pada Wanita, Bercintalah lebih Sering

Pasca menopause produksi hormon estrogen akan berkurang dan
menyebabkan resorpsi tulang daripada pembentukan tulang.

Rutin minum air alkali bagi penderita osteoporosis akan menormalkan tulang
kembali dan menghilangkan nyeri pada tulang.

Beberapa efek metabolik terkait konsumsi air alkali yang telah diteliti antara
lain adalah penurunan level glukosa, kolesterol, dan trigliserida dalam darah.

Air alkali juga mampu memperbaikan fungsi metabolik dengan cara menekan
produksi radikal bebas (pada mencit dengan sindrom metabolik), proteksi sel
beta pankreas dari kerusakan oksidatif, serta penurunan kenaikan berat badan
pada mencit obese melalui regulasi homeostasis kolesterol.

Meski konsumsi air alkali, tetap menjaga kebugaran tubuh dengan olah raga
rutin supaya tulang selalu sehat dan kuat. (*)

Reporter: jpgroup

Update