Minggu, 2 Oktober 2022

Pembiakan Kembang Sepatu Impor Perlu Hawa Dingin

Berita Terkait

BUNGA APIK: Kembang sepatu. impor. (DIMAS MAULANA/JAWA POS)

batampos – Pembiakan kembang sepatu atau hibiscus impor memerlukan hawa yang dingin atau lebih sejuk. Metodenya bisa memakai cara okulasi maupun stek batang.

Ini yang dikembangkan Siti Dalilah, pehobis kembang sepatu asal Dusun Bibis, Desa Karet, Kecamatan Krembung, Sidoarjo. Di halaman rumah dan greenhouse Laluna Gardenn miliknya puluhan kembang sepatu merekah indah.

Dalilah mengungkapkan, baik impor ataupun lokal, metode menanam bunga sepatu itu sama saja. Ada dua cara untuk mengembangbiakkan tanaman bunga sepatu.

Pertama, metode okulasi. Metode tersebut dilakukan dengan menempelkan mata tunas dari bunga sepatu satu ke batang yang sudah tertanam. Hal itu dilakukan Siti Dalilah untuk memperbanyak kembang sepatu, khususnya jenis impor.

Dia membeli tunas-tunas unggulan dari Taiwan, kemudian membawanya ke Batu untuk dikembangbiakkan. ”Jadi, nanti tunasnya itu ditempelkan pada batang bunga sepatu yang sudah ada dengan plastik atau selotip bening,” jelas Dalilah.

Untuk metode okulasi, memang dibutuhkan suhu dingin guna mempercepat penyambungan antara tunas dan batang bunga sepatu. ”Karena itu, untuk hasil yang maksimal, saya pilih di Batu. Di sini saya juga coba, tapi saya taruh di bawah pot-pot atau tempat yang tidak kena sinar matahari langsung,” kata Dalilah.

Metode kedua adalah setek. Metode itu dilakukan dengan cara menancapkan batang ataupun tunas bunga sepatu ke tanah. Ketika bunga sudah rontok, batangnya bisa dipotong, kemudian ditancapkan ke tanah agar bisa tumbuh lagi.

BUNGA APIK: Kembang sepatu. impor. (DIMAS MAULANA/JAWA POS)

’’Nanti batang yang dipotong, ujungnya itu juga bisa tumbuh lagi dengan cabang lebih banyak dan membuat rimbun lagi,’’ jelasnya.

Walau perlu hawa sejuk dan dingin untuk okulasi, ibu dua anak itu mengatakan bahwa sejatinya hibiscus atau bunga sepatu adalah tanaman yang tahan dengan suhu panas. ’’Bunga sepatu sebenarnya harus panas kalau dirawat di rumah. Makanya, saya taruh di halaman kalau sudah selesai okulasi,’’ ujarnya.

Bila berada di suhu panas, menurut Dalilah, sebaiknya bunga sepatu ditanam dengan media tanah daripada sekam. Sebab, tanah membuat suhu bunga sepatu menjadi stabil. Sebaliknya, penggunaan sekam dibutuhkan bila menanam pada suhu dingin. ’’Kalau pas suhunya atau pakai tanah interval untuk tumbuh lagi, ini semakin cepat,’’ katanya.

Baca juga : Putri Salju, Tanaman Hias yang Membawa Suasana Musim Dingin

Tips tambahan lainnya untuk perawatan bunga sepatu adalah jangan sampai kelebihan memberi air. Menurut Dalilah, jangka waktu untuk menyiram tanaman tersebut setidaknya dua hari sekali. Khusus jenis hibiscus impor sebaiknya rutin dipupuk lima hari atau seminggu sekali. ’’Kalau lokal lebih tahan, dibiarkan saja bisa subur. Lebih bandel,’’ lanjutnya.

Siti Dalilah mengatakan, tanaman kembang sepatu sedang digandrungi pencinta tanaman sejak awal tahun. ”Sebagian besar sekarang suka tanaman yang bisa menghiasi halaman setiap hari,” tuturnya.

Perempuan 35 tahun itu kemudian mengenalkan beberapa sisa koleksinya. Salah satu yang sedang merekah dengan indah adalah hibiscus dengan nama id XX8. Hibiscus XX8 itu tergolong dalam jenis hibiscus impor. Kelopak kembang sepatu impor berwarna kuning dan memiliki gradasi warna putih dan merah muda pada pangkalnya.

Selain itu, ada hibiscus dengan id sakura bloom yang merupakan jenis hybrid atau campuran antara lokal dan impor. Sesuai dengan namanya, warna bunga merah muda terang seperti bunga sakura dengan gradasi warna putih sedikit hingga pangkal kelopak. ’’Itulah yang menjadi nilai plus jenis impor dan hybrid, yaitu gradasi warna. Kalau lokal biasanya hanya satu warna seperti yang sering kita jumpai,’’ ungkapnya.

Selain gradasi warna pada kelopak bunga, perbedaan hibiscus impor atau hybrid dengan lokal terlihat dari bentuk daunnya. ’’Kalau lokal, bentuk daunnya seperti bergerigi dan ramping. Pada hibiscus impor atau hybrid, gerigi daun tidak tampak tajam tapi bergelombang. Daunnya pun lebih lebar daripada yang lokal,’’ paparnya.

’’Biasanya kalau daunnya lebar waktu mekar, bunganya juga besar. Itulah yang menyebabkan bunga impor lebih besar daripada lokal,’’ lanjutnya.

Sambil memperlihatkan beberapa koleksi lainnya yang masih kuncup, Dalilah menjelaskan bahwa masa hidup bunga sepatu hanya 1–2 hari, lalu rontok. Menariknya, dalam satu atau dua hari juga bunga di cabang lainnya akan tumbuh mekar menggantikan yang telah rontok. ”Jadi, bisa mekar terus itu yang disukai orang,” ucapnya.

Harga pasaran hibiscus bervariasi sesuai dengan besar kelopak, warna, hingga tinggi tanaman. Harga yang lokal bisa mencapai Rp 90 ribu. Yang impor antara Rp 200 ribu hingga Rp 500 ribu. ’’Kalau yang ini unggulan saya namanya hibiscus burst pink. Kalau lagi mekar-mekarnya, lebarnya bisa sampai nutupin muka. Harganya ini sekitar Rp 5 juta,’’ jelasnya. (*)

Reporter : JPGroup

Update