Minggu, 2 Oktober 2022

Merawat Tanaman Alocasia Dragon Silver Bebas Tungau dan Berdaun Lebar

Berita Terkait

PERAWATAN TIDAK MUDAH: Gabriella Krissta menunjukkan salah satu koleksi alocasia dragon silver miliknya. (ALLEX QOMARULLA/JAWA POS)

batampos – Merawat tanaman alocasia dragon silver bebas tungau dan daun bisa lebar tidak mudah. Tanaman yang berasal dari famili Araceae ini perlu perawatannya dan perhatian ekstra supaya daunnya bisa lebar dan menjadi tanaman hias yang cantik.

Alocasia dragon silver daunnya didominasi warna keperakan dengan tulang daun berwarna hijau tua. Selain itu, ada ruas berwarna merah tersembunyi di balik daun.

Begitu daun alocasia disentuh, rasanya seperti tanaman hias palsu. Sebab, tekstur daunnya kaku. Daun-daun itu juga hampir tak pernah menguning dan gugur asalkan perawatannya sesuai.

Alocasia memiliki beragam jenis. Tapi, yang paling populer adalah alocasia dragon silver dan alocasia dragon scale.

Baca juga: Bunga Kenop, Bunga Liar dengan Banyak Manfaat

”Lebih unik yang perak. Lebih susah dicari juga,” ucap penghobi tanaman asal Surabaya Gabriella Krissta Monditayana.

Tanaman itu sangat suka kelembapan. Penyiraman cukup dilakukan dua hari sekali asalkan media tanam tetap lembap. Cara mengeceknya, cukup masukkan satu jari tangan ke dalam media tanam sekitar 2 sentimeter. Jika dirasa sudah kering, bisa dilakukan penyiraman.

Media tanam yang dipilih haruslah porous dan lembap. Komposisinya bisa menggunakan sekam mentah fermentasi, pasir malang, hingga cocopeat. Takarannya seimbang menyesuaikan dengan ukuran potnya. Sekam mentah nonfermentasi tak disarankan oleh perempuan berusia 29 tahun itu karena lebih rentan terserang hama.

Sebaiknya hindari meletakkan alocasia di bawah sinar matahari langsung. Bisa-bisa tanaman itu gosong dan rusak. Cukup letakkan di tempat yang teduh dan terkena sinar matahari pagi antara pukul 06.00 hingga 10.00. Setelahnya, bisa dipindahkan ke tempat yang tak terpapar cahaya matahari.

Baca juga: Bunga Wijayakusuma, Mekar Tak Lebih dari 24 Jam, Jadi Momen Langka

Pemupukan juga tak boleh dilupakan supaya kondisi tanaman tetap terjaga. Beragam jenis pupuk bisa digunakan, mulai pupuk kandang hingga pupuk NPK. Namun, Ica –sapaan akrabnya– menyarankan untuk menggunakan pupuk organik cair supaya tak ada kandungan bahan kimia yang mengakibatkan warna daun menguning.

Selain itu, pupuk organik cair mudah digunakan. Caranya, hanya mencampur 10 tetes pupuk dengan 2 liter air, lalu disemprotkan ke alocasia dragon silver itu. Tak perlu terlalu rutin melakukan pemupukan, cukup melihat kondisi tanaman.

”Kalau tanaman dirasa butuh, biasanya sebulan atau dua bulan sekali cukup,” terang alumnus Sekolah Tinggi Ilmu Komputer (Stikom) Surabaya tersebut.

Bagi Ica, merawat alocasia bisa dibilang gampang-gampang susah. Dia tak menyarankan bagi pemula untuk merawat tanaman itu. Berdasar pengalamannya, dua alocasia miliknya mati di awal dia menggeluti hobi tanaman pada 2019 itu. Sebab, ada sejumlah penyakit yang bisa menyerang tanaman endemis Indonesia tersebut.

Misalnya, penyakit spider mites atau tungau laba-laba. Bagian bawah daun akan terserang hama kecil berwarna merah yang mengisap nutrisi dari alocasia. Untuk menangani hal itu, daun yang terjangkit bisa dipotong agar tak menyebar ke daun lain.

Alocasia juga bisa terkena hama lain yang mengakibatkan akar membusuk jadi hitam. Untuk penanganannya, gunakan antracol dan samite satu tutup botol dicampur dengan 2 liter air. Lalu, tinggal disemprotkan ke seluruh bagian tanaman.

Saat ini harga alocasia dragon silver berkisar Rp 100 ribu. Menurut Ica, tanaman yang bagus memiliki batang tidak terlalu panjang. Hal itu menjadi tanda bahwa tanaman mendapatkan sinar matahari yang cukup. Jika tanaman sudah semakin besar, repotting juga harus dilakukan. (*)

Reporter : JPGroup

Update