Rabu, 22 Mei 2024

Melon Kajari India, Buah Impor yang Cocok dengan Suhu Panas

Berita Terkait

Melon kajari India (Foto: Ristiya Dwi Anggraeni untuk Jawa Pos)

batampos – Melon Kajari India ternyata cocok dengan suhu panas Indonesia. Hasil tanamannya juga terbilang bagus.

Meski termasuk tumbuhan impor, melon kajari India ini termasuk adaptif. Tidak memerlukan lahan luas, tanaman ini bisa tumbuh maksimal dalam pot.

Hal ini telah dibuktikan oleh pehobi tanaman, Ristiya Dwi Anggraeni. Lima tahun ia menekuni hobi berkebun. Mulanya dia hanya menanam sayuran yang biasa dikonsumsi. Kini, dia menaruh minat pada benih tanaman luar negeri yang unik-unik.

Salah satunya, melon kajari asal India yang berhasil tumbuh dengan baik di kebunnya di Tanjung Selor, Kalimantan Utara.

’’Sudah dua periode tanam, benih pertama beli impor, kemudian tumbuh, bijinya saya tanam kembali di periode kedua, ternyata hasil buahnya sama dengan indukannya,” ujar Risti.

Baca juga: Tips Memilih Pot Tanaman yang Tepat

Secara tampilan luar, melon kajari lebih mencolok. Jika melon pada umumnya berwarna hijau polos, melon kajari memiliki guratan garis berwarna putih dan hijau. Saat matang, kulitnya akan berubah warna menjadi oranye tembaga.

’’Ukurannya juga lebih kecil. Kalau melon biasa, rata-rata beratnya 2–3 kg. Melon kajari hanya 800–900 gr, paling besar 1,4 kg,’’ tutur owner @mamari.berkebun tersebut.

Karena itu, melon kajari tidak membutuhkan lahan yang luas. Ia bisa tumbuh di pot atau polybag berukuran 50 cm sebagaimana milik Risti. Namun, jarak tanamnya perlu diperhatikan. Sebaiknya jangan terlalu rapat.

’’Daunnya cukup lebar dan lebat. Kalau tanamannya mulai rimbun, daunnya akan saling menumpuk. Jadi, asupan sinar matahari ke daun berkurang,” jelas perempuan 32 tahun itu.

DARI INDIA: Ristiya menyemprot tanaman melonnya yang sukses dibudidayakan di Tanjung Selor dengan pestisida nabati dari neem oil. Ukuran melon kajari lebih dari pada jenis lainnnya. (Ristiya Dwi Anggraeni untuk Jawa Pos)

Akibatnya, kelembapan yang tinggi memicu tumbuhnya jamur penyebab powdery mildew. Tidak tertutup kemungkinan juga bakal berkembang hama seperti kumbang kecil pemakan daun atau oteng-oteng dan kutu putih.

’’Jika telanjur terserang hama, bisa disemprot dengan neem oil dari daun nimba. Penyemprotannya harus rutin di sore atau pagi sebelum matahari tinggi. Kalau untuk pencegahan, cukup seminggu sekali,” beber Risti.

Melon kajari termasuk benih impor yang adaptif jika dibandingkan dengan benih dari negara empat musim. Justru hasilnya semakin bagus jika ditanam di dataran rendah yang panas.

Memang, awalnya butuh perhatian ekstra. ’’Saya menanam di Tanjung Selor yang mana Kalimantan itu panasnya luar biasa. Suhu di sini bisa mencapai 32–33 derajat dan tanaman melon saya sangat bagus sekali hasilnya,’’ ujarnya.

Di negara asalnya, melon kajari bisa dipanen dalam kurun waktu 75–80 hari. Satu tanaman bisa menghasilkan dua buah melon dengan ukuran yang sama jika ditanam di polybag. Apabila ditanam di bedengan atau lahan, kemungkinan satu tanaman bisa menghasilkan 4–5 buah. ’’Ketika saya tanam dengan iklim di sini, masa panennya bisa mencapai tiga bulan,” imbuhnya.

Baca juga: Bonsai Afrika, Perawatan Mudah, Cocok untuk Pemula

Untuk rasa, cukup variatif. Sebab, benihnya berupa benih herlum hasil penyerbukan terbuka. Ada yang manisnya sedang, hambar, sampai yang manis sekali. Bergantung pada tercukupinya kebutuhan nutrisi tanaman. ’’Kalau melon itu, kalium yang sangat berpengaruh terhadap tingkat kemanisan buahnya. Kalau itu tercukupi, rasa manisnya bisa lebih naik lagi,’’ ungkap Risti.

Menariknya, saat matang, melon kajari akan terlepas sendiri dari tangkainya. Biasanya ditandai dengan warna berubah oranye dan jarak antargaris mulai melebar. Jika sudah begitu, sebaiknya pasang penyangga pada buah agar melon tidak jatuh ke tanah. ’’Siapkan pula fruit cover. Bungkus buahnya agar tidak rusak karena biasanya rawan lalat buah,” tambah perempuan asal Pati, Jawa Tengah, itu.

Bertanam melon kajari terbilang cukup mudah. Risti menyarankan, apabila berhasil menumbuhkan benih impor, sebaiknya tanam ulang kembali. Sebab, tanaman tersebut akan lebih kuat dan adaptif lagi.

TIPS
• Gunakan polybag ukuran minimal 40–50 cm.

• Pilih media tanam yang gembur dan kaya bahan organik seperti campuran tanah, pupuk kandang/kompos, dan sekam bakar dengan perbandingan 1:1:1.

• Jaga jarak antar-polybag agar tidak terlalu dekat.

• Siapkan rambatan, penyangga buah, dan fruit cover.

• Letakkan di tempat yang terpapar sinar matahari langsung.

• Penyiraman sehari sekali, jika terik cukup dua kali. Seminggu mendekati masa panen, kurangi intensitas penyiraman agar tingkat kemanisan buah naik.

• Beri pupuk yang mengandung kalsium sebulan sekali dan pupuk yang mengandung kalium seminggu sekali. (*)

Reporter: JPGroup

Update