Senin, 23 Mei 2022

Lantai Semen Ekspos Tambah Nilai Estetis

Berita Terkait

DOMINASI putih pada interior berpadu apik dengan tone abu-abu lantai di furnitur kayu. F. STUDI UNTUK JAWA POS

batampos – Vinil, kayu, marmer, dan granit merupakan material yang umum ditemukan pada rumah-rumah modern. Untuk project Rumah Tengah, founder Studie Architecture & Interior Design Studio Ivan Eldo ingin memberikan sentuhan berbeda dengan menggunakan semen aci sebagai lantai.

Menurut Ivan, ide dibuatnya lantai semen itu awalnya bertujuan menekan bujet. Material semen dinilai lebih affordable daripada marmer atau material lainnya. Dia menjelaskan bahwa semen aci kadang memiliki kelemahan mudah retak. Terutama jika tertimpa benda berat. Namun, kondisi tersebut hanya akan terjadi jika teknik pembuatannya kurang maksimal. Untuk project ini, Ivan menjamin lantai semen itu kuat.

’’Kita ambil contoh parkiran basemen di mal-mal. Meski pakai semen ekspos, tetap sangat kuat,’’ katanya kepada Jawa Pos (grup Batam Pos) Kamis (13/1).

Semen aci Rumah Tengah dibiarkan terekspos tanpa ditutupi cat. Jadi, warna abu-abunya menciptakan sedikit kesan industrial pada rumah. Bukan hanya itu, semen aci juga memiliki tekstur abstrak alami yang unik.

Kesan mewah dimunculkan lewat coating glossy yang membuat lantai tersebut seolah memantul seperti granit atau marmer. Warna dan motif natural itu tampak serasi dengan dominasi warna putih pada area interior dan fasad rumah.

’’Kami ingin rumah itu seperti kanvas. Tanpa terlalu banyak warna dan ornamen, simpel dan polos saja. Biarkan furnitur dan pengisi ruangan yang ’mewarnainya’,’’ ujar alumnus Institut Teknologi Bandung (ITB) tersebut.

Interior rumah diisi berbagai furnitur bernuansa kayu. Misalnya, set meja makan dari kayu jati solid pada ruang makan dan kursi rotan. Atau kabinet dan background vinil di belakang TV di ruang keluarga. Lalu, dipercantik dengan tanaman indoor dan artificial plant.

’’Agak sedikit Scandinavian, tapi kami menyebutnya tropis minimalis saja,’’ jelas Ivan.

Rumah ini memiliki fasad serba putih yang justru membuatnya eye-catching. Uniknya, rumah itu seolah-olah terdiri atas dua lantai jika dilihat dari depan. Padahal, rumah tersebut hanya berlantai 1. Fasad putih polos yang seperti lantai 2 itu, rupanya, hanya penutup dari atap yang ada sebelumnya.

Ivan menjelaskan, proyek ini merupakan renovasi dari rumah lama. Atap rumah lama berupa genting ekspos dengan desain konvensional.

’’Memang tidak kami bongkar. Hanya dipotong sedikit depannya, lalu ditutup dengan dinding putih itu,’’ ungkap Ivan.

BACA JUGA: Rumah Mewah dengan Fasad Bergaya Amerika

Trik Semen
Pembuatan lantai semen aci harus dilakukan bersamaan secara keseluruhan. Sebab, jika tidak, semen aci yang lama dan baru akan menimbulkan warna dan corak yang berbeda. Hasilnya, lantai bakal belang dan sambungannya terlihat.

Bukaan Samping
Karena rumah tidak memiliki lantai 2, otomatis bukaan dimaksimalkan di lantai 1. Selain jendela dan pintu yang menghadap depan, rumah ini memiliki jendela samping yang lebar. Jendela itu menghadap ke taman kering di samping rumah seluas 14 meter persegi.

ROSTER
Bukan hanya expanded metal, pagar juga dipadukan dengan dinding yang terbuat dari bata roster. Bata roster itu memiliki warna abu-abu natural yang cocok dengan tone warna putih pada fasad dan dinding. (*)

Reporter: JP Group

Update