Kamis, 8 Desember 2022

Kulit Indah Berawal dari Sel Kulit yang Sehat

Berita Terkait

Ilustrasi kulit sehat dan indah. (jawapos.com)

batampos – Kulit indah berawal dari sel kulit yang sehat. Hal ini terungkap dalam seminar Understanding Healthy Skin and Halal Bovine Collagen as Nutrition yang mendatangkan narasumber founder Konsep Karnus sekaligus founder brand produk perawatan kulit FSL, Iwan Benny Purwowidodo, dr. Edy Subagiyo MR, CI, CMM, NLP dan Ketua Kowadik (Komunitas Warung Dokter Cantik) Jawa Timur, dr. Haryo Hadiathmo.

Dalam seminar yang dihadiri ratusan dokter kecantikan dari berbagai daerah itu Iwan Benny Purwowidodo menyampaikan Konsep Karnus. Konsep ini memandang kulit indah adalah manifestasi dari sel kulit yang sehat.

Untuk membentuk kulit yang sehat, kata Iwan Benny Purwowidodo, seluruh kebutuhan sel kulit harus terpenuhi mulai dari nutrisi utama yaitu pembentuk energi hingga nutrisi essensial, yaitu nutrisi mikro yang tidak bisa dibuat oleh sel dari nutrisi utama.

Nutrisi utama sel kulit adalah asam amino glukosa, asam lemak, kolesterol dan air. Sedangkan nutrisi essensial sel kulit adalah: vitamin (Vit A, B, C dan D) dan antioksidan.

”Dalam Konsep Karnus strategi utama untuk menghasilkan kulit yang indah adalah mengutamakan pemenuhan nutrisi sel kulit dari dua arah yaitu dari dalam tubuh dan dari luar tubuh secara simultan serta terhindar dari bahan-bahan berbahaya bagi sel kulit,” kata Iwan Benny Purwowidodo.

Seminar ini bertujuan untuk meluruskan pendapat yang beredar luas di masyarakat tentang standar kecantikan. Bahwa cantik itu harus putih, glowing, memiliki hidung yang mancung dan yang lainnya membuat para pengusaha di bidang kecantikan melihat hal ini sebagai pasar yang besar.

Baca juga: Langkah Pertama Obati Jerawat Melalui Analisa yang Akurat

Hasilnya berbagai produk untuk memenuhi standar kecantikan yang diinginkan masyarakat dluncurkan. Dari produk yang aman hingga yang menyesatkan beredar luas di Indonesia.

Dari narasumber juga terungkap di era modern saat ini, banyak sekali yang mengatasnamakan skincare namun tidak sesuai dengan definisi skincare, yaitu merawat kulit. Standar kecantikan masyarakat yang menyatakan bahwa cantik itu putih yang pada akhirnya banyak produk skincare yang berusaha untuk memutihkan kulit.

Padahal, produk whitening bekerja dengan mematikan pigmen melanin pada kulit yang mana pada hakikatnya pigmen melanin berfungsi melindungi kulit dari kerusakan yang diakibatkan sinar matahari. Tentu saja, dalam jangka panjang, penggunaan skincare yang mengandung whitening ini akan menyebabkan kanker.

Mengapa demikian? Hal ini disebabkan karena tidak adanya pigmen melanin yang menangkal radikal bebas dari sinar matahari. Pada akhirnya produk whitening tersebut bukannya merawat kulit namun malah menyiksa kulit. (*)

Reporter : JPGroup

Update