Minggu, 7 Agustus 2022

Krama Yudha Tiga Berlian Motors Serius Promosikan Truk Listrik

Berita Terkait


Pihak KTB menggandeng operator logistik dalam mempromosikan kendaraan listrik Mitsubishi Fuso di Indonesia. f. dok. JawaPos.com

batampos – Rencana PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) sebagai distributor resmi Mitsubishi Fuso di Indonesia untuk menjual truk listrik semakin serius. Hal ini dibuktikan dengan kesiapannya untuk melakukan Proof of Concept (POC) terkait truk listrik di Tanah Air.

Bayu Aprizal, General Manager of Product Strategy PT KTB mengungkapkan kalau pihaknya sedang melakukan studi kendaraan listrik untuk Indonesia. Ini sejalan dengan dukungan Pemerintah yang terus gencar melakukan promosi terhadap kendaraan listrik.

“Kami mulai 1 Desember 2021 membentuk satu departemen khusus mempelajari kendaraan listrik di Indonesia. Tahun ini (2022) kita berupaya untuk melakukan tindakan yang lebih konkret,” ujarnya saat acara Media Gathering secara online, Rabu (26/1).

Pihak KTB menggandeng operator logistik dalam mempromosikan kendaraan listrik Mitsubishi Fuso di Indonesia. Harapannya sosialisasi tersebut KTB mendapatkan informasi terkait aktivitas pada kendaraan niaga listrik di pasar Indonesia.

Seperti diketahui Mitsubishi Fuso mempunyai eCanter yang merupakan kendaraan listrik berbasis baterai untuk segmen komersil. Sebagai informasi eCanter sudah diperkenalkan di Australia dan New Zealand dan sempat mampir ke Indonesia.

BACA JUGA:

Truck ini dibekali dengan tenaga 135 kW dan torsi 390 Nm dengan daya angkut maksimal (GVW) 7,5 ton. Usaha logistik sangat cocok menggunakan kendaraan ini.

“Sebenarnya eCanter sudah well proven dan digunakan di berbagai negara di dunia. Untuk membawa produk tersebut pada dasarnya tergantung pada konsumen lagi. Kami melihat Indonesia punya potensi terkait kendaraan listrik di masa depan,” pungkasnya.

Kapan KTB menjual eCanter di Indonsia? Kembali lagi kepada konsumen di Indonesia serta melihat strategi pemerintah mengenai kendaraan listrik, khususnya di segmen niaga. Masalah infrastruktur yang saat ini hanya tersedia di Jabodetabek saja. Sedangkan untuk infrastruktur di luar kota masih belum memadai. (*)

Reporter: JP Group

Update