Kamis, 8 Desember 2022

Khasiat Bunga Turi, Dari Antioksidan Hingga Pelindung Fungsi Liver

Berita Terkait

BUKAN KEMBANG BIASA: Gitvy Fitria Marethasary sedang menikmati bunga turi yang dijadikan masakan urap-urap. Untuk mengurangi pahit, bisa dengan cara membuang bagian putik bunga. Lantas cuci dengan air bersih, kemudian direbus hingga layu. (Alfian Rizal/Jawa Pos)

batampos – Jika Anda sedang berada di pasar dan melihat bunga turi, jangan ragu untuk memasukkannya dalam menu harian. Bisa dimasak untuk hidangan pecel atau urap. Campur dengan beberapa sayuran lainnya.

Sebab, bunga turi yang bernama ilmiah Sesbania grandiflora dari suku Fabaceae ini secara tradisional dipercaya berkhasiat sebagai penurun panas, pelindung fungsi liver, dan pendongkrak imunitas.

Menurut Prof Dr Apt Mangestuti Agil MS, Guru Besar Botani Farmasi dan Farmakognosi Fakultas Farmasi Universitas Airlangga pohon turi yang diduga kuat berasal dari kawasan India dan Asia Tenggara, termasuk Indonesia, Malaysia, dan Filipina ini ternyata memiliki banyak khasiat.
”Bunga turi bersifat mendinginkan, mempunyai rasa yang tajam, dan dapat digunakan untuk membantu menurunkan demam tubuh. Sejumlah penelitian membuktikan hal itu,” ujarnya.

Baca juga : Rutin Konsumsi Anggur Turunkan Risiko Sakit Jantung

Khasiat itu, tambahnya, berkaitan erat dengan kekayaan zat bioaktif kandungannya. Misalnya, grandifloral, arginin, sistein, histidin, isoleusin, fenilalanin, triptofan, treonin, alanin, aspargin, asam aspartat, beberapa saponin, dan glikosida.

”Kekayaan zat bernutrisi tinggi pada turi perlu dipertimbangkan untuk mencegah kekurangan asupan, termasuk vitamin dan mineral. Kandungan vitamin B, antara lain, tiamin, riboflavin, niasin, dan asam folat. Mineral yang terdeteksi adalah kalsium, zat besi, magnesium, fosfor, kalium, natrium, dan selenium. Keberadaan asam folat penting bagi proses pertumbuhan sel dan jaringan tubuh,” kata Mangestuti.

Selenium penting sekali bagi kesehatan kerja sel otak. Kadar zat bergizi di dalam bunga turi tinggi. Untuk menikmati manfaatnya, kita hanya perlu mengonsumsinya dalam jumlah cukup secara teratur.

Manfaat bunga turi bagi tubuh antara lain sebagai hepatoprotektif artinya pelindung fungsi liver.

Liver adalah salah satu organ tubuh kita yang berpotensi terkena paparan zat beracun. Sebab, memang fungsinya erat berhubungan dengan seleksi keamanan zat yang boleh masuk ke dalam peredaran darah manusia. Bunga turi, masih Mangestuti, diduga berkhasiat sebagai pelindung fungsi liver. Ada yang mengaitkannya dengan aktivitas antioksidan bunga.

Baca juga : Secangkir Teh Telang, Menyegarkan & Kaya Manfaat. Begini Cara Membuatnya

Uji tersebut dilakukan oleh peneliti Indonesia, selain peneliti India dan Malaysia. Percobaan dilakukan pada tikus yang mengalami hepatotoksisitas (toksisitas pada liver) yang diobati dengan ekstrak air dan etanol dengan dosis terpilih selama beberapa hari.

Hasilnya memang menunjukkan terdapatnya efek penurunan berbagai indikator yang biasa digunakan untuk memeriksa fungsi liver. Misalnya, enzim aspartate aminotransferase, yaitu SGOT (serum glutamic oxaloacetic transaminase) dan SGPT (serum glutamic pyruvic transaminase). Tingginya angka SGOT dalam darah menunjukkan terjadinya kerusakan liver atau jantung.

Yang kedua, manfaat bunga turi sebagai antioksidan.

Tubuh manusia memiliki sistem antioksidan, yang berperan menangkal reaktivitas radikal bebas, yang juga dibentuk sendiri oleh tubuh pada proses metabolisme. Radikal bebas bersifat reaktif yang dapat merusak komponen utama sel apabila jumlah antioksidan tidak mencukupi. Itulah perlunya asupan antioksidan alamiah untuk mengantisipasi kecukupan kebutuhan tubuh.

”Bunga turi terbukti mempunyai aktivitas antioksidan karena kandungan senyawa golongan fenol, termasuk flavonoid, asam fenolat, dan tanin. Kekuatannya sangat ditentukan oleh konsentrasi ekstrak dan ekstrak air bunga pun ternyata menunjukkan aktivitas itu,” imbuhnya.

Manfaat lain bunga turi adalah meningkatkan imunitas.

Studi oleh peneliti Indonesia untuk mengetahui aktivitas ekstrak metanol dan air bunga turi dalam melakukan modulasi terhadap imunitas sudah dijalankan. Ada berbagai uji, salah satunya adalah uji pada mencit yang dibuat mengalami reaksi hipersensitivitas. Hasilnya menunjukkan kenaikan produksi antibodi seiring dengan kenaikan dosis ekstrak. Memang ekstrak metanol dosis tertentu menunjukkan aktivitas modulasi sistem imun yang lebih potensial dibandingkan ekstrak air. Hal itu pasti berkaitan dengan banyak sedikitnya zat kandungan ekstrak. (*)

Reporter : Jpgroup

Update