Selasa, 16 April 2024

Jangan Cabut Uban! Berikut Tujuh Efek Sampingnya

Berita Terkait

Ilustrasi mencabut uban bisa menyebabkan kebotakan, (Pixabay)

batampos – Kebanyakan wanita suka menutupinya dengan bantuan pewarna rambut atau memotong helai rambut yang memutih, namun ada yang pertama kali melihat uban di kepala justru langsung mencabutnya.

Rambut beruban pada dasarnya bagian dari proses penuaan alami. Produksi melanin dan pigmen yang bertanggung jawab atas warna rambut menurun seiring bertambahnya usia, papar dokter kulit Sameer Apte. Umumnya rambut mulai memutih di usia 30an, meski ada pula yang mulai mengalami proses itu lebih awal dari usia tersebut.

Baca Juga:Manfaat Chia Seed, Bantu Tingkatkan Kesehatan Jantung dan Cegah Kolesterol

Setiap folikel rambut mengandung sel penghasil pigmen yang disebut melanosit. Seiring bertambahnya usia, sel-sel ini secara bertahap menjadi kurang aktif dan akhirnya berhenti memproduksi melanin menjadikannya beruban.

Selain proses penuaan alami, beberapa faktor penting lain berkontribusi terhadap timbulnya uban yakni genetika, paparan terhadap polutan lingkungan, merokok, defisiensi nutrisi, dan stres, seperti dikutip JawaPos.com dari Healthshots, Senin (18/12).

Di sisi lain, anggapan mencabut uban memicu lebih banyak uban tumbuh adalah mitos belaka, kata sang dokter.

Lantas, apa saja efek samping dari kebiasaan mencabut uban? Simak uraiannya di bawah ini.

1. Resiko infeksi

Mencabut rambut dapat membuat folikel rambut terkena bakteri sehingga berpotensi menyebabkan kemerahan, bengkak, dan ketidaknyamanan akibat folikulitis.

Ini adalah suatu kondisi dimana folikel rambut terinfeksi atau meradang memicu kondisi kulit yang sering terlihat seperti jerawat, ungkap Apte.

2. Rambut tumbuh ke dalam

Mencabut uban dapat mengubah arah pertumbuhan alami rambut, meningkatkan kemungkinan rambut tumbuh ke dalam. Hal ini terjadi ketika rambut menggulung kembali ke dalam kulit, menimbulkan peradangan, benjolan merah, dan potensi infeksi.

3. Iritasi kulit

Iritasi akibat pencabutan dapat bermanifestasi sebagai kemerahan, gatal atau sensasi terbakar. Jika memiliki kulit sensitif, perlu berhati-hati karena mungkin lebih rentan terhadap reaksi tersebut.

4. Folikel rusak

Mencabut terlalu banyak uban berpotensi merusak folikel rambut, memperlambat pertumbuhan rambut. Dalam beberapa kasus, hal ini dapat menyebabkan kerontokan rambut permanen.

5. Hiperpigmentasi

Kebiasaan mencabut uban mungkin akan memicu bintik hitam di tempat rambut dulu berada. Trauma pada area yang sama dapat menyebabkan jaringan parut sehingga memengaruhi kesehatan kulit secara keseluruhan dan berpotensi menghambat pertumbuhan rambut di masa depan.

6. Distorsi batang rambut

Tindakan mencabut uban dapat merusak batang rambut. Hal ini dapat membuat rambut yang tumbuh kembali tampak lebih kasar dibandingkan rambut aslinya, kata Apte.

7. Pertumbuhan rambut tak merata

Mencabut uban dapat mengganggu siklus pertumbuhan alami rambut sehingga rambut tumbuh kembali dengan kecepatan berbeda.

Hal ini dapat menyebabkan panjang dan tekstur tidak merata terutama terlihat pada uban yang muncul kembali lebih kasar atau dengan warna berbeda.(*)

Reporter : JP Group

Update