Kamis, 18 Agustus 2022

Jalan Cepat Lebih Bermanfaat Turunkan Berat Badan

Berita Terkait

Ilustrasi orang berjalan kaki (dok. jawapos)

batampos – Jalan cepat ternyata lebih bermanfaat untuk menurunkan berat badan. Para ahli menyarankan jalan kaki 10.000 lanhkah sehari bisa membantu menurunkan berat badan disamping bisa mengurangi risiko gangguan kesehatan yang lainnya misalnya jantung, diabetes tipe 2 maupun persendian yang kaku.

Ahli bedah bariatrik di Khalili Center Gregg Kai Nishi, MD, FACS, mengatakan, intensitas aktivitas fisik juga memainkan peran penting.

“Berjalan 10.000 langkah yang sangat lambat mungkin tidak cukup untuk benar-benar menghasilkan penurunan berat badan. Sebaliknya, berjalan sangat cepat, bahkan jika kurang dari 10.000 langkah, mungkin jauh lebih bermanfaat dalam hal penurunan berat badan,” katanya.

Gregg juga mengatakan bahwa selain melihat jumlah langkah dalam sehari, Anda juga bisa melakukan latihan otot. Menurutnya, latihan otot bermanfaat untuk meningkatkan metabolisme, membakar kalori, dan membantu menurunkan berat badan.

Dia pun mendorong untuk memulai atau melanjutkan rutinitas latihan otot minimal dua hari seminggu termasuk angkat beban maupun aktivitas lainnya seperti yoga atau kelas bootcamp.

Baca juga : 5 Gerakan Yoga Ringan Ini Membantu Kualitas Tidur

Sedangkan Laura Arndt, personal trainer bersertifikat NSCA yang juga merupakan CEO Matriac, aplikasi kesehatan dan kebugaran untuk ibu, mengatakan bahwa jalan cepat 30 menit berarti antara 3.000 hingga 5.000 langkah, tergantung kecepatan dan gaya berjalan mereka.

Arndt sendiri merekomendasikan agar kliennya menargetkan 10.000 langkah dalam sehari.

Rata-rata, seseorang dapat membakar 100 kalori dengan berjalan satu mil. Berjalan 10.000 langkah sama dengan berjalan sejauh lima mil. Artinya, seseorang dapat membakar sekitar 500 kalori dari menyelesaikan 10.000 langkah penuh sehari.

Namun, Arndt menegaskan bahwa 10.000 langkah dalam sehari bukan target yang realistis untuk dicapai semua orang.

“Hal terbaik yang harus dilakukan adalah meminta seseorang memakai pelacak kebugaran selama seminggu, melihat jumlah rata-rata langkah mereka selama seminggu, dan meminta mereka untuk meningkatkan jumlah langkah mereka sebesar 10 persen,” kata Arndt.

Sementara mengutip Popsugar melalui ANTARA, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) merekomendasikan 150 menit dalam seminggu untuk melakukan aktivitas fisik intensitas sedang atau 75 menit dalam seminggu untuk aktivitas intensitas tinggi.

Dengan kata lain, idealnya, Anda harus aktif selama 30 menit per hari selama lima hari dalam seminggu.

Untuk manfaat kesehatan tambahan, CDC merekomendasikan untuk menyesuaikan hingga 300 menit dalam seminggu dengan intensitas sedang atau 150 menit seminggu dengan intensitas tinggi. (*)

Reporter : Antara

 

Update