Kamis, 8 Desember 2022

Jaga Kesehatan Mental dengan Self Healing di saat Pandemi

Berita Terkait

Rekreasi bersama orang-orang terdekat salah satu bentuk self healing. (Dipta Wahyu/jawapos)

batampos – Masyarakat mengalami tekanan mental yang lebih besar dari biasanya selama masa pandemi Covid-19. Untuk menjaga kesehatan mental kita bisa melakukan self healing . Salah satunya berkarya dari rumah atau berekreasi bareng keluarga ke tempat wisata seperti pantai menyegarkan pikiran kembali.

Psikolog Indah Sundari menyampaikan bahwa tantangan mental ini di masa pandemi telah meningkat secara signifikan.

“Artinya, seseorang bisa merasa sakit secara fisik tetapi tidak terdapat gejala fisik. Hal ini biasanya disebabkan oleh stres, panik, ataupun cemas. Burnout juga menjadi tantangan mental lainnya,” jelas dia dalam Virtual Media Gathering Hari Pers Nasional: Self-Healing Lewat Berkarya Bareng Tokopedia, Selasa (8/2).

BACA JUGA: Stop Kasih Label Anak Pemalu, Jadi Pemberani Itu Butuh Proses

Dalam kesempatan yang sama, External Communications Senior Lead Tokopedia, Ekhel Chandra Wijaya menyampaikan bahwa keadaan ini juga mendorong masyarakat mencari berbagai kegiatan untuk mengisi waktu luang di rumah. Contohnya, berolah raga atau melakukan hobi.

“Tren tersebut menyebabkan kategori olah raga dan hobi menjadi salah satu kategori paling populer di Tokopedia sepanjang 2021,” tutur dia.

Sementara itu, Indah pun membagikan tips agar masyarakat bisa lebih mudah menjaga kesehatan mental dari rumah. Pertama adalah melakukan kegiatan yang disuka, seperti melukis atau membuat kerajinan tangan.

“Melakukan aktivitas seperti melukis ‘paint by numbers‘ atau membuat kerajinan tangan, misalnya, dapat membantu mengembalikan energi positif sehingga produktivitas bisa ikut meningkat,” terang dia.

Lalu, bisa juga dengan melakukan meditasi dengan menulis jurnal harian atau membaca. Menurutnya, membuat jurnal harian dapat membantu seseorang untuk mengurai emosi-emosi negatif agar lebih mudah dipahami.

“Selain menulis, perbanyak kegiatan membaca buku, contohnya terkait pengembangan diri,” kata dia.

Kemudian, karena pandemi ini membatasi interaksi, permasalahan yang muncul adalah berkaitan dengan relasi. Masyarakat menjadi merasa kesepian, sampai bahkan yang hidup dengan pasangannya juga bermasalah, karena tidak memiliki personal space.

“Dengan menjaga hubungan dengan orang-orang terdekat, kita bisa merasa lebih tenang dan tidak merasa sendirian. Bahkan dukungan teman atau keluarga bisa membantu menemukan solusi untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi,” tuturnya.

Tips selanjutnya adalah mengenali batas diri sendiri. beberapa tanda peringatan awal yang menunjukkan seseorang harus mulai memperhatikan kondisi kesehatan mental.

“Misalnya, kualitas tidur dan nafsu makan terganggu, produktivitas menurun karena tidak fokus dan lain-lain,” ucapnya.

“Artinya kita perlu sediakan waktu untuk ‘istirahat’ dari rutinitas, termasuk bekerja, untuk melakukan kegiatan menyenangkan sehingga pikiran kita bisa recharged kembali,” sambung dia.

Terakhir adalah berolahraga fisik dan mental, misalnya dengan melakukan yoga atau lari pagi. “Atau bisa mencoba olah raga rekreasi seperti bermain sepatu roda,” saran Indah.

Ekhel juga turut menyampaikan, tren olahraga sangat besar di masa pandemi ini. Terlihat dari angka penjualan produk yang meningkat.

“Tren berolah raga kian populer di masyarakat. Penjualan produk olah raga di Tokopedia, seperti sepatu roda hingga perlengkapan lari, meningkat lebih dari 2 kali lipat sepanjang 2021,” tandasnya. ( *)

Reporter : JP Group

Update