Rabu, 7 Desember 2022

Cukup Satu Sendok Teh Garam Per Hari, Mencakup Semua Menu Makanan dan Snack

Berita Terkait

SECUKUPNYA: Asupan garam per hari tidak hanya yang ada dalam masakan rumah, tapi juga jajanan plus camilan. (Allex Qomarulla/Jawa Pos)

batampos – Konsumsi garam ternyata harus mendapat perhatian khusus. Tidak boleh berlebih, tapi juga tidak boleh kekurangan.

Konsumsi garam yang berlebihan menurut pakar diet dan gizi klinik dr Johanes Casay Chandrawinata SpGK MND erat kaitannya dengan hipertensi. Dikatakannya, asupan garam berlebihan dalam jangka panjang bisa menyebabkan tingginya tekanan pada arteri. Dampaknya, otot-otot jantung jadi lebih besar karena harus melawan tekanan tinggi di arteri. Akhirnya bisa timbul disfungsi sistolik dan distolik.

Di dalam pembuluh darah, asupan garam berlebihan bisa menimbulkan penebalan. ”Elastisitas pembuluh darah kemudian berkurang,” jelasnya dalam sesi Ajinomoto Media Appreciation Day beberapa waktu lalu.

Tekanan darah tinggi yang tidak segera ditangani bisa mengakibatkan komplikasi. Johanes mengatakan, hipertensi yang tak terkendali bisa menimbulkan komplikasi gagal ginjal.

Karena itu, penting menjaga konsumsi garam sesuai batasnya. Johanes menjelaskan, batasan yang tepat adalah 5 gram per hari atau setara satu sendok teh. Kandungan tersebut sudah mencakup di semua menu makanan dan snack yang dikonsumsi.

Baca juga: Ekstrak Bawang Putih Ampuh Turunkan Gula Darah Pada Penderita Diabetes

Meski konsumsi garam cukup berdampak pada hipertensi, masih banyak pula faktor yang memengaruhi hipertensi. ”Tekanan darah tinggi ini sistemis sehingga faktornya bukan hanya makanan,” jelas dr Gunawan Yoga SpJP.

Orang dengan diabetes memiliki kemungkinan lebih besar terkena hipertensi. Begitu juga dengan masalah pada ginjal, kolesterol tinggi, atau kelainan hormon.

Faktor keturunan, usia, dan jenis kelamin juga memengaruhi hipertensi. Gunawan menjelaskan, pada perempuan ada hormon estrogen yang menjaga tubuh dari hipertensi. ”Saat memasuki menopause, produksi hormon berubah sehingga risiko hipertensi jadi lebih tinggi,” paparnya.

Gunawan mengatakan, hipertensi memang patut diwaspadai. Sebab, gejala yang dialami tidak kentara. ”Kita sebut silent symptom. Jadi, baru bergejala saat sudah ada komplikasi,” tegas Gunawan. Pada kejadian insidental, hipertensi baru terlihat dari hasil pemeriksaan untuk kondisi kesehatan yang lain.

Pasien harus segera ditangani untuk mengontrol tekanan darah. Salah satunya, pembatasan konsumsi garam. Pembatasan dilakukan sesuai dengan gaya hidup pasien. ”Jadi cukup bervariasi, ada yang dibatasi hanya 1,5 gram per hari,” jelasnya. Ada pula yang sampai 3,4 gram atau 4 gram. Asesmen memang harus dilakukan secara menyeluruh.

Berikut tips dari dr Johanes Casay Chandrawinata SpGK MND untuk mengelola konsumsi garam sehari-hari:
1. Kurangi makanan olahan (sosis, kornet atau daging asap dll)
2. Kurangi konsumsi kerupuk. Karena dalam kerupuk isinya aci, garam juga micin.
3. Batasi makanan yang terlalu asin misalnya ikan asin dan telur asin.
4. Takar air untuk membuat sup. Biasanya 1 lier air untuk rasa yang pas memerlukan 8 gram garam.
5. Masakan segar seperti tumisan bisa dibuat untuk meminimalkan penggunaan garam. Maksimalkan bumbu seperti jahe atau bawang putih dalam tumisan untuk mengurangi penggunaan garam.
6. Saat makan di luar, usahakan tidak menambah garam atau kecap asin lagi. Lewati saja kerupuk kalau memang disediakan.
7. Jika makan di resto All You Can Eat. Jangan kalap. Tetap timbang sesuai porsi yang sehat. Upayakan ekstra sayuran sehingga lebih kenyang dan mengurangi konumsi yang lainnya. Untuk makanan penutup, ambil buah-buahan segar tanpa dressing.
8. Olah raga dan hipertensi tidak berhubungan langsung. Untuk mencegah hipertensi, konsumsi garam memang wajib dibatasi. Sedangkan olah raga untuk menambah kebugaran tubuh. Jangan dianggap kalau sudah berolahraga, lalu bisa makan garam berlebihan. Risiko hipertensi tetap ada. (*)

Reporter : Jpgroup

Update