Jumat, 2 Desember 2022

Bukan Susu, Kental Manis Hanya Topping Makanan

Berita Terkait

Ilustrasi kental manis bukan susu. (Istimewa)

batampos.co.id – Melek informasi soal makanan memang perlu. Bagi para orang tua ini pengetahuan tentang makanan/minuman termasuk soal nilai gizinya menjadi acuan untuk diberikan kepada ananda tercinta. Termasuk soal susu kental manis.

Kental manis atau sebelumnya dikenal dengan susu kental manis (SKM) mengandung gula dan ternayata bukan susu. Melainkan hanya sebagai topping makanan.

Dalam penelitian yang dilakukan Yayasan Abhipraya Insan Cendekian Indonesia (YAICI), mereka merasa perlu meluruskan informasi mengenai fakta susu kental manis kepada publik. Hal itu guna mendukung upaya pemenuhan hak kesehatan anak melalui program edukasi gizi yang telah dilakukan YAICI dan para mitra seperti PP Muslimat NU dan PP Aisyiyah.

”Penjelasan mengenai batasan hoaks/bukan hoaks ini juga sebagai peningkatan literasi digital masyarakat agar ke depannya memiliki kemampuan untuk menyaring informasi,” kata Ketua Harian YAICI Arif Hidayat kepada wartawan, Kamis (18/11).

Menurut dia, fakta bahwa susu kental manis tidak boleh dikonsumsi sebagai minuman susu telah diatur melalui Peraturan BPOM No 31 Tahun 2018 tentang Label Pangan Olahan. Sehingga tak ada lagi embel-embel susu pada SKM, melainkan hanya kental manis.

”Kami minta segenap pihak untuk lebih hati-hati dalam menyebarkan informasi, jangan sampai informasi yang benar dikatakan hoaks, apalagi seputar informasi kesehatan dan malah berakibat buruk bagi kesehatan,” jelas Arif Hidayat.

Komisioner KPI Pusat Nuning Rodiyah juga mengakui lembaganya belum maksimal dalam menyaring informasi yang beredar di ruang publik dengan fokus pada muatan kontennya. Seperti laporan mengenai iklan-iklan susu kental manis yang ternyata diselipkan produsen sebagai insert atau bundling pada tayangan atau program TV, yang luput dari pemantauan.

”Ke depan diharapkan partisipasi lebih banyak pihak untuk menyampaikan laporan kepada kami apabila menemui pelanggaran,” jelas Nuning. (*)

Reporter : Jpgroup

 

Update