Jumat, 2 Desember 2022

Berkat Digitalisasi, Industri Kreatif Bertahan, Dituntut Lebih Inovatif di Masa Pandemi

Berita Terkait

INDUSTRI KREATIF: Pameran seni bertajuk Pulih di Pasar Seni Ancol, Jakarta. Kegiatan itu menyuarakan semangat pemulihan dengan tetap memenuhi protokol kesehatan. (FEDRIK TARIGAN/JAWA POS)

batampos – Meski sempat jatuh bangun di awal pandemi, pelaku industri kreatif mampu bertahan
berkat digitalisasi. Agar bertahan selama pandemi, pelaku industri musik, film, kuliner, fashion dan lainnya justru dituntut untuk lebih inovatif dan tak kehilangan ide.

Gerakan Kreatif Nasional (GEKRAFS), mengungkapkan bagaimana perjuangan pelaku industri kreatif akhirnya bangkit selama pandemi. Kawenda Lukistian selaku Ketua Umum Gekrafs, berbicara mengenai tantangan yang dihadapi tim Gekrafs selama dalam pandemi. Kawenda juga menjelaskan mengenai potensi dari segi musik pada saat pandemi ini.

“Saya yakin dengan era digitalisasi sekarang ini bukan lagi 4.0 tapi 5.0, industri musik, film, dll terbiasa mengkolaborasikan secara digital, itu akan optimal asal ada ruang dan dukungan pemerintah yang luar biasa dan kami mendorong pemerintah agar mendukung pelaku ekonomi kreatif di wilayah masing-masing,” jelasnya di Gedung Kesenian Jakarta baru-baru ini.

BACA JUGA: Shio yang Cuan atau Ciong di Tahun Macan Air

Wakil Ketua Gekrafs, Tika Ramlan juga mengungkapkan konsep konser yang dijalani para musisi di tengah-tengah pandemi saat ini. Sebenarnya industri kreatif tak hanya musik film tapi fashion, kriya dan kuliner. Dan di masa pandemi tugas pelaku ekonomi kreatif juga lebih berinovatif misalnya melalui konser online.

“Mungkin ada yang sudah bikin konser offline tapi nonton di dalam mobil, itu salah satu inovasi yang kreatif juga,” kata Tika.

“Fashion juga sudah banyak pula virtual. Bagaimana supaya ekonomi berjalan,” tuturnya.

CEO SRN Entertainment yang juga Kepala Bidang Media Relation Gekrafs Sonya Laos Mendes menyebutkan, dalam 2022 ini akan banyak program konser musik online maupun offline yang akan digelar. Berbagai konser musik online maupun offline mengajak pelaku ekonomi kreatif agar tetap bergeliat.

“Berusaha menciptakan ekosistem yang sehat ya untuk musik sendiri, film sendiri, fashion sendiri semuanya bisa saling berkesinambungan bisa berkolaborasi dengan baik dan menciptakan lapangan kerja yang baru tentunya yang paling utama ya untuk para pelaku ekonomi kreatif itu sendiri,” kata Sonya. (*)

Reporter : JP GROUP

Update