Senin, 3 Oktober 2022

Untuk Anak Picky Eater, Mulailah dengan Porsi Kecil

Berita Terkait

Ilusistrasi balita picky eater (Istimewa)

batampos – Anak-anak dengan pola makan pilih-pilih (picky eater) memang menyusahkan para orang tua. Tak jarang banyak drama saat sesi makan. Semakin orang tua emosional, semakin anak enggan menyentuh makanannya.

Sebenarnya tidak perlu drama. Parents, Senin (22/8) melansir tips dan trik untuk sesi makan yang anti drama supaya balita dan anak-anak berkecukupan gizi.

1. Mulai dengan porsi kecil

Sebaiknya jangan memberi anak Anda semangkuk besar kacang polong, tetapi porsi kecil.
Direktur program pemberian makan di Penn State Hershey Medical Center di Pennsylvania Keith E. Williams, Ph.D., mengatakan banyak orang tua menawarkan porsi yang terlalu besar.

”Kami biasanya mulai dengan potongan-potongan yang sangat kecil sehingga mereka benar-benar bisa menghabiskannya” katanya.

2. Biarkan anak berkreasi dengan makanannya

Jika berhadapan langsung dengan anak yang rewel saat makan, makan malam mungkin terasa seperti zona perang. Makanan di piring anak belum tentu masuk ke mulutnya. Mereka memindahkan sayuran, memisahkannya dengan jari mereka, atau mengendusnya. Cobalah berkreasi dengan menu yang lucu secara tampilan dan rasanya.

Faktanya, sebuah penelitian di University of Eastern Finland, anak-anak TK menghabiskan waktu dengan buah-buahan dan sayuran dengan kreasi yang unik. “Karena semakin Anda paksa anak untuk makan, mereka semakin menolaknya,” kata seorang ahli nutrisi pediatrik di Miami, Marina Chaparro, R.D.,

3. Tetap berpegang pada aturan

Untuk membantu anak membiasakan makan sesuatu yang berbeda setiap hari, jangan menawarkan makanan yang sama dua hari berturut-turut.

Penulis It’s Not About the Broccoli Dina Rose, Ph.D., menegaskan jika kemarin anak makan wortel dengan makan siang, hari ini boleh makan kembang kol atau kacang polong, dan besok bisa makan wortel lagi jika mau.

4. Bersikaplah terbuka tentang bahan-bahan

Ceritakan kepada mereka apa kandungan dan bahan di dalam makanan. Ketika mereka bertanya apa itu bintik hijau di smoothie mereka, beri tahu mereka bahwa Anda menambahkan bayam.

5. Cicipi Dulu

Seorang anak harus mencoba sesuatu 10 hingga 15 kali sebelum mereka menyukainya. ”Meskipun terdengar menakutkan bagi banyak orang tua yang kesulitan membuat anak-anak mereka mencoba sesuatu sekali, itu menjadi lebih mudah,” kata dr. Williams.

Penelitiannya menunjukkan bahwa begitu Anda mencoba mencicipi makanan baru, rata-rata hanya dibutuhkan enam kali upaya bagi anak-anak untuk menerimanya. ”Namun, banyak orang tua tidak ingin memperkenalkan makanan baru saat makan siang atau makan malam karena dapat merusak makanan untuk seluruh keluarga,” katanya.

Baca juga: Anak Susah Makan? Sebaiknya Atur Porsi & Jam Ngemil Anak

6. Kurangi makanan ringan dan minuman

Cobalah mengurangi makan makanan ringan atau minum sepanjang hari, yang membatasi rasa lapar mereka untuk makanan saat makan.

Praktisi perawat anak di klinik Nancy Entgelmeier dari Rumah Sakit Anak dan Klinik Minnesota di Minneapolis mengatakan begitu keluarga mengurangi makan tiga kali dan satu hingga tiga kali camilan pada waktu yang relatif konsisten, Entgelmeier mengatakan mereka anak-anak mereka lebih mudah menerima mencoba sesuatu yang baru karena mereka akan merasa lapar.

7. Dialog yang Menarik

Saat makan malam, cobalah mulai mengobrol. Tiffany Bendayan, seorang koki dan pembuat roti di Miami, merasa nyaman berbagi apa saja. Dia mengajukan pertanyaan hipotetis yang menyenangkan bagi anak. Misalnya bicara soal film anak yang menarik atau permainan. Sehingga anak tak sadar bahwa ia menghabiskan makanannya. (*)

Reporter : JPGroup

Update