
batampos – Pemadaman listrik sering dianggap hanya sebagai gangguan sementara yang menghambat aktivitas sehari-hari.
Padahal, di balik kondisi gelap saat listrik padam, terdapat sejumlah risiko serius yang dapat mengancam keselamatan, mulai dari kebakaran, sengatan listrik hingga keracunan karbon monoksida.
Banyak insiden saat mati lampu justru terjadi akibat kesalahan dalam menggunakan sumber penerangan, listrik cadangan, atau peralatan rumah tangga. Karena itu, masyarakat perlu memahami tindakan yang sebaiknya dihindari saat terjadi pemadaman listrik.
Berikut enam kesalahan fatal saat mati lampu yang perlu diwaspadai, berdasarkan panduan keselamatan dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC):
1. Menyalakan Genset di Dalam Rumah atau Garasi
Mengoperasikan generator listrik atau genset di dalam rumah, garasi, maupun area tertutup merupakan salah satu kesalahan paling berbahaya.
Genset menghasilkan karbon monoksida (CO), gas beracun yang tidak berwarna dan tidak berbau. Paparan karbon monoksida dalam jumlah tinggi dapat menyebabkan pusing, kehilangan kesadaran, hingga kematian.
Karena itu, genset harus ditempatkan di area terbuka dan jauh dari pintu, jendela, serta ventilasi rumah.
2. Menggunakan Kompor atau Oven untuk Menghangatkan Ruangan
Saat cuaca dingin atau hujan berkepanjangan, sebagian orang menggunakan kompor gas atau oven sebagai sumber panas darurat.
Cara ini sangat berisiko karena dapat memicu kebakaran sekaligus meningkatkan kadar karbon monoksida di dalam ruangan. Peralatan memasak sebaiknya hanya digunakan sesuai fungsinya.
3. Mengandalkan Lilin Sebagai Sumber Cahaya Utama
Meski masih banyak digunakan saat listrik padam, lilin memiliki risiko kebakaran yang cukup tinggi, terutama jika diletakkan dekat benda mudah terbakar atau ditinggalkan tanpa pengawasan.
Sebagai alternatif yang lebih aman, gunakan senter, lampu darurat, atau lampu bertenaga baterai.
4. Menyentuh Kabel Listrik yang Putus atau Jatuh
Jika pemadaman terjadi akibat cuaca ekstrem, pohon tumbang, atau gangguan jaringan listrik, masyarakat diminta tidak mendekati apalagi menyentuh kabel listrik yang terjatuh.
Meski tampak tidak aktif, kabel tersebut bisa saja masih beraliran listrik dan berpotensi menyebabkan sengatan yang fatal.
5. Menyalakan Semua Perangkat Saat Listrik Kembali
Ketika listrik kembali menyala, sering terjadi lonjakan tegangan yang dapat merusak peralatan elektronik.
Untuk mengurangi risiko kerusakan, perangkat elektronik sensitif seperti televisi, komputer, modem, dan kulkas sebaiknya dicabut sementara selama pemadaman berlangsung.
6. Mengabaikan Perlindungan Perangkat Elektronik
Kerusakan perangkat elektronik sering kali bukan terjadi saat listrik padam, melainkan ketika aliran listrik kembali normal namun tegangan belum stabil.
Karena itu, penggunaan Uninterruptible Power Supply (UPS) atau surge protector sangat disarankan untuk melindungi perangkat dari lonjakan listrik yang dapat merusak komponen elektronik.
Mati lampu bukan sekadar kehilangan penerangan sementara. Dengan memahami dan menghindari kesalahan-kesalahan tersebut, masyarakat dapat mengurangi risiko kecelakaan dan menjaga keselamatan diri maupun keluarga selama pemadaman listrik berlangsung. (*)
