Selasa, 9 Agustus 2022

Tiga Mitos Perawatan Kulit Ini Tidak Benar

Berita Terkait

Glossy dan Tahan Lama

Tawaran Gaji Rp 1,1 M untuk Pencicip Permen

Ilustrasi kulit wajah tanpa jerawat (f.pixabay)

batampos.co.id- Berikut adalah mitos perawatan kulit yang banyak dari kita mengetahuinya sejak anak-anak, dan dianggap sebagai fakta sejak saat itu. Dilansir laman Well and Good, Muneeb Shah, MD , seorang dokter kulit bersertifikat ( @dermdoctor ) baru baru ini mengungkapkan soal mitos perawatan kulit di konten TikTok miliknya.

“Banyak dari kepercayaan “coba dan benar” perawatan kulit tersebut tidak sesuai dengan kenyataan, tiga mitos perawatan kulit yang perlu diistirahatkan (RIP) untuk selamanya,” ungkapnya.

BACA JUGA:

Berikut mitos perawatan kulit dan faktanya:

MITOS: Makanan yang digoreng menyebabkan jerawat

FAKTA:  Ini  tidak benar! Meskipun ada alasan lain Anda mungkin tidak ingin makan gorengan setiap hari (misalnya, itu bisa bikin Anda sembelit atau mengacaukan kesehatan kandung kemih Anda ), tidak ada ilmu yang mendukung bahwa makanan yang digoreng menyebabkan jerawat. Tapi, memang ada makanan tertentu yang bisa membuat berjerawat. Gula, misalnya, dapat memperburuk kesehatan pada seseorang (meskipun tidak semua orang), seperti halnya susu, produk gandum tertentu, dan telur. Semuanya berpotensi menyebabkan peradangan di usus Anda, yang pada gilirannya muncul radang di usus Anda. Begitu juga di wajah berupa jerawat.

MITOS: Neosporin baik untuk cedera

FAKTA: Meskipun ‘neosparin baik untuk cedera’ ini mungkin berhasil untuk Anda di tahun-tahun sebelumnya, neosparin bukan salep universal. Dr Shah mengutip “risiko tinggi alergi” sebagai alasan utama Anda mungkin ingin menghindarinya dan literatur ilmiah mendukung hal ini. Sebagai gantinya, dokter kulit merekomendasikan penggunaan Vaseline yang baik (atau salep petroleum jelly apa pun) untuk penyembuhan.

MITOS: Alkohol dan Hidrogen Peroksida adalah cara terbaik untuk membersihkan luka

FAKTA: Telah terbukti bahwa alkohol dan hidrogen peroksida dapat “merusak jaringan dan menunda penyembuhan,” menurut sebuah studi tahun 2017. Semua rasa pedih di lutut kita yang terkelupas… Dan untuk apa? “Sabun dan air lebih baik,” kata Dr. Shah. (*)

Update