Rabu, 7 Desember 2022

Tasya Kamila Kurangi Penggunaan Plastik

Berita Terkait

Tasya Kamila. (IMAM HUSEIN/JAWA POS )

batampos – Selebiriti Tasya Kamila mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap masalah sampah. Sebagai duta lingkungan, mantan penyanyi cilik itu selalu berusaha menerapkan pola hidup bersih dan sehat.

Tasya selama ini aktif menyuarakan gaya hidup ramah lingkungan. Kini apalagi ia sudah memiliki anak dan berusaha menjadi role model mengajarkan kebaikan sebagai ibu.

“Saya ingin anak cucuku bisa menikmati bumi yang lestari,” ungkap Tasya dalam webinar bersama Rinso dari PT Unilever Indonesia, Tbk. serta Anteraja lewat #GenerasiPilahPlastik, Selasa (15/3).

Baca Juga: Lima Tips Awet Muda Wulan Guritno

Menurut Tasya, sampah plastik menjadi masalah bagi bumi. Menurutnya, dengan mengurangi penggunaan kantong plastik akan memberikan sumbangsih bagi lingkungan.

Masalah sampah, khususnya sampah plastik masih menjadi pekerjaan rumah bersama untuk diatasi. Saat ini 4,8 juta ton per tahun sampah plastik tidak terkelola dengan baik, seperti dibakar di ruang terbuka (48 persen), tidak dikelola secara layak di tempat pembuangan sampah resmi (13 persen) dan sisanya mencemari saluran air dan laut (9 persen).

Head of Fabric Care Unilever Indonesia, Erfan Hidayat mengatakan orang tua bijak dapat mengizinkan anak-anak dapat bermain di luar ruangan tanpa takut kotor. Namun permasalahan sampah, khususnya sampah plastik, kerap kali membuat alam tempat bermain anak menjadi tidak nyaman.

“Kami mengajak masyarakat menjaga alam Indonesia agar bersih dan tidak tercemari sampah sekaligus mendorong para orang tua agar mengedukasi anak sedari dini untuk berbuat kebaikan tanpa takut kotor,” kata Erfan

Kini membuang sampah dapat diantar dan dijemput dengan lebih praktis. Head of Marketing Anteraja Leonardus Ramba, mengatakan masyarakat dapat turut berperan menjadi bagian dari #GenerasiPilahPlastik.

“Sayangi lingkungan, tanpa repot keluar rumah. Layanan jemput antar sampah kini semakin mudah. Paket akan dijemput dan diantar ke bank sampah, tanpa minimum jumlah paket sehingga secara mudah menyalurkannya ke tempat pengelolaan yang tepat,” tutup Leonardus.(*)

Reporter: JP Group

Update