
batampos – Dua dekade setelah dirilis, film The Devil Wears Prada tetap meninggalkan jejak kuat di dunia fashion dan kecantikan. Salah satu yang paling menonjol adalah gaya makeup para karakternya yang hingga kini masih dianggap relevan dan inspiratif.
Dilansir dari berbagai sumber, pendekatan makeup dalam film ini tidak terpaku pada tren era 2000-an, melainkan berfokus pada karakter dan kepribadian tiap tokohnya.
Makeup artist utama film tersebut, Nicki Ledermann, secara sengaja merancang tampilan yang bersifat timeless atau tak lekang oleh waktu.
Ia menghindari tren yang cepat usang dan lebih menekankan konsistensi visual yang mengikuti perkembangan karakter.
Setiap karakter utama dalam film memiliki ciri khas makeup yang kuat:
Andy Sachs yang diperankan Anne Hathaway tampil dengan riasan natural yang berkembang seiring perjalanan kariernya.
Emily Charlton yang diperankan Emily Blunt identik dengan eyeshadow berani yang mencerminkan ambisi dan kepercayaan diri.
Miranda Priestly yang diperankan Meryl Streep hadir dengan makeup minimalis namun elegan yang menonjolkan kekuatan melalui kesederhanaan.
Pendekatan ini membuat makeup dalam film tidak sekadar mengikuti tren, tetapi menjadi bagian penting dari storytelling.
Gaya seperti cat eye eyeliner yang ditampilkan dalam film bahkan masih menjadi simbol kekuatan dan kepercayaan diri perempuan modern hingga saat ini.
Tak heran, berbagai tampilan makeup dari film ini masih kerap dijadikan referensi dalam editorial majalah, runway, hingga tren kecantikan sehari-hari.
Momentum nostalgia ini juga semakin kuat dengan hadirnya sekuel The Devil Wears Prada 2 yang kembali mengangkat estetika klasik film dalam balutan modern.
Dengan pendekatan yang berfokus pada karakter, teknik klasik, dan evolusi visual yang natural, gaya makeup The Devil Wears Prada terbukti mampu bertahan lintas generasi. (*)
