Jumat, 2 Desember 2022

Sylvester Stallone Tuntut Hak pada Produser Rocky

Berita Terkait

Produser ‘Rocky’, Irwin Winkler bersama Sylvester Stallone. (Alberto E. Rodriguez/Wireimage)

batampos – Sylvester Stallone menuntut hak pada Produser Rocky. Sylvester Stallone–pemeran utama sekaligus penulis naskah film orisinal Rocky dan lima sekuelnya– menyatakan, Winkler tidak memberikan haknya selama produksi.
Sylvester Stallone mengungkapkan kekesalannya pada Irwin Winkler, produser franchise Rocky dan Creed, di media sosial.

“Setelah IRWIN mengontrol ROCKY selama lebih dari 47 tahun, dan sekarang CREED, aku sangat ingin memiliki kembali APA yang TERSISA dari HAKKU, sebelum menyerahkannya pada ANAKMU SEORANG – Aku percaya, hal itu akan menjadi sebuah bentuk KEADILAN dari seorang pria berusia 93 tahun,” tulis Stallone dalam unggahannya pada Sabtu (16/7).

Aktor berusia 76 tahun itu mengunggah ilustrasi wajah Winkler yang memiliki badan ular dan lidah pisau.

Baca Juga: Lelaki Berzodiak Ini Jadi Sosok Ayah Terbaik

Aktor yang dikenal lewat persona petinju Rocky Balboa itu menjelaskan, perkara hak yang tak diberikan itu menjadi hal yang menyakitkan untuk dibahas. “Masalah itu menggerogoti jiwaku, sebab aku ingin meninggalkan sesuatu dari Rocky buat anak-anakku. Tapi senang rasanya mendengar hal-hal baik dari para penggemar loyal… Keep punching,” tulisnya.

Stallone telah lama memperjuangkan hak bagi hasilnya dari instalasi Rocky. Lewat franchise itu, aktor asal New York itu berhasil mengantongi 10 nominasi Oscars. Rocky dan Creed, instalasi yang masih terhubung dengan Rocky, pun berhasil menghasilkan ratusan juta USD di sepanjang penayangannya. Namun, dia tak merasakan “manisnya” dua instalasi itu.

Dalam wawancara dengan Variety di awal tahun ini, dia mengaku mendapat bayaran USD 75 ribu (Rp 1,1 miliar) dari film pertama. Rocky pertama, yang dirilis pada 1976, memakan bujet USD 1 juta –sekitar Rp 15 miliar– dan menghasilkan pendapatan hingga USD 225 juta (Rp 3,37 triliun).

Berdasarkan kalkulasinya, dia harusnya memperoleh pendapatan bersih USD 2,5 juta (Rp 37,4 miliar) dari film pertama –tidak termasuk royalti, kepemilikan intellectual property (IP) serta penghasilan dari film-film selanjutnya. “Tapi, jujur saja, kepemilikanku hanya 0. Irwin-lah yang mendapat uang dari tiap film, bahkan sampai sekarang, jadi aku takt ahu kenapa dia komplain saat aku menuntut hakku,” tegasnya. (*)

Reporter: jpgroup

Update