Senin, 24 Juni 2024

Simak, 8 Cara Mengatasi Penyakit Maag yang Sering Kambuh

Berita Terkait

ilustrasi asam lambung naik./pexels

batampos – Sakit maag atau dispepsia adalah rasa nyeri dan tidak nyaman pada lambung akibat sejumlah kondisi. Kondisi ini bukan suatu penyakit, melainkan gejala dari penyakit. Meski terbilang mudah untuk disembuhkan, akan tetapi maag juga bisa menjadi parah.

Bahkan, maag yang semakin parah mampu mengganggu pengidapnya untuk beraktivitas normal. Itu sebabnya, segera lakukan perawatan yang diperlukan ketika timbul gejala maag.

Sebelum merinci penyebab kondisi ini, penting untuk mengetahui cara kerja lambung terlebih dahulu. Setiap makanan yang kamu konsumsi akan masuk ke lambung dan dicerna secara kimiawi.

Proses pencernaan ini dibantu oleh enzim pepsin dan renin yang bercampur dengan asam lambung (HCl). Jika terjadi gangguan, mukosa akan rusak dan menimbulkan rasa sakit atau nyeri.

Apabila gangguan ini terus-menerus terjadi, asam lambung akan memecah mukosa dan menyebabkan iritasi dan peradangan.

Kondisi inilah yang mengakibatkan sakit maag. Rasa nyeri karena maag akut disebabkan oleh asam lambung yang bersentuhan dengan lapisan mukosa. Akibatnya, ujung-ujung saraf menjadi lebih peka oleh rasa nyeri.

Meskipun maag tidak boleh diabaikan, ada banyak langkah menenangkan perut yang bisa Anda coba sebelum pergi ke dokter. Ini dapat membantu meredakan gejala Anda dan mencegah masalah yang lebih besar di kemudian hari.

Dilansir dari Harvard Health Publishing, selasa (13/2), berikut ini adalah 8 langkah untuk mengatasi penyakit Maag agar tidak membahayakan di kemudian hari.

1. Hindari makan larut malam
Makan atau ngemil dalam waktu tiga jam setelah tidur dapat memperburuk gejala refluks dan mulas. Berikan waktu yang cukup agar perut bisa buang air besar.

2. Jangan langsung berolahraga setelah makan
Berikan waktu pada perut Anda untuk mengosongkan tunggu beberapa jam setelah makan sebelum berolahraga.

3. Makanlah dalam porsi kecil tetapi lebih sering
Perut yang penuh memberi tekanan pada sfingter esofagus bagian bawah (LES), otot seperti katup yang mencegah asam lambung naik kembali ke kerongkongan.

4. Makanlah secara perlahan
Menghabiskan makanan akan mengisi perut Anda lebih cepat, memberikan tekanan lebih besar pada LES.

5. Tetap tegak setelah makan
Berbaring meningkatkan tekanan pada LES, yang membuat refluks asam lebih mungkin terjadi.

6. Jauhi minuman berkarbonasi
Mereka menyebabkan sendawa, yang memicu refluks asam lambung.

7. Kunyah permen karet tanpa gula setelah makan
Mengunyah permen karet meningkatkan air liur, yang menetralkan asam, menenangkan kerongkongan, dan mengembalikan asam ke lambung. Hindari rasa peppermint, yang dapat memicu sakit maag.

8. Turunkan berat badan
Kelebihan berat badan memberi lebih banyak tekanan pada perut (dan LES). (*)

Sumber: JP Group

Update