
batampos – Asam urat menjadi salah satu masalah kesehatan yang kerap dialami masyarakat, terutama pada usia dewasa. Kondisi ini terjadi ketika kadar asam urat dalam darah meningkat dan membentuk kristal di persendian, sehingga menimbulkan nyeri, bengkak, dan rasa tidak nyaman.
Secara alami, asam urat terbentuk dari pemecahan purin, yaitu zat yang berasal dari makanan maupun diproduksi tubuh. Dalam kondisi normal, asam urat akan dibuang melalui urine. Namun, ketika produksinya berlebihan atau pembuangannya terganggu, kadar asam urat dapat menumpuk.
Penting untuk memahami bahwa asam urat tidak hanya dipicu oleh satu faktor. Pola makan, gaya hidup, hingga kondisi medis tertentu dapat berkontribusi terhadap meningkatnya kadar asam urat.
Dilansir dari laman resmi Alodokter dan RSUD Meuraxa Banda Aceh, berikut ini sejumlah penyebab asam urat yang perlu diketahui.
1. Konsumsi Makanan Tinggi Purin
Makanan seperti daging merah, jeroan, dan seafood (udang, kerang, ikan sarden) mengandung purin tinggi. Saat dikonsumsi berlebihan, tubuh akan memproduksi lebih banyak asam urat dari hasil pemecahan purin tersebut.
2. Minuman Beralkohol
Alkohol, terutama bir, diketahui dapat meningkatkan kadar asam urat. Selain mengandung purin, alkohol juga menghambat proses pembuangan asam urat melalui ginjal.
3. Minuman Tinggi Gula
Minuman dengan kandungan fruktosa tinggi, seperti soda atau minuman manis kemasan, dapat memicu peningkatan produksi asam urat dalam tubuh.
4. Penurunan Fungsi Ginjal
Ginjal berperan penting dalam membuang asam urat. Jika fungsi ginjal terganggu, asam urat tidak dapat dikeluarkan secara optimal dan akhirnya menumpuk dalam darah.
5. Obesitas atau Kelebihan Berat Badan
Berat badan berlebih membuat tubuh memproduksi lebih banyak asam urat. Selain itu, kondisi ini juga mengganggu kemampuan ginjal dalam mengeluarkan asam urat.
6. Faktor Genetik
Riwayat keluarga dengan penyakit asam urat meningkatkan risiko seseorang mengalami kondisi serupa. Faktor keturunan berperan dalam cara tubuh memproses dan membuang asam urat.
7. Penyakit Penyerta
Beberapa penyakit seperti hipertensi, diabetes, penyakit jantung, dan sindrom metabolik dapat meningkatkan risiko asam urat. Kondisi ini biasanya berkaitan dengan gangguan metabolisme tubuh.
8. Penggunaan Obat-obatan Tertentu
Obat seperti diuretik, aspirin sebagai pengencer darah, hingga obat tekanan darah tertentu dapat meningkatkan kadar asam urat sebagai efek samping.
9. Cedera atau Setelah Operasi
Kondisi setelah cedera atau operasi dapat memicu peradangan dalam tubuh. Hal ini bisa menyebabkan peningkatan kadar asam urat, terutama pada orang yang sudah memiliki riwayat sebelumnya.
10. Usia dan Faktor Hormonal
Pria usia 30–50 tahun lebih rentan mengalami asam urat. Sementara pada wanita, risiko meningkat setelah menopause akibat perubahan hormon yang memengaruhi metabolisme asam urat.(*)
