Rabu, 22 Mei 2024

Risiko Gonta-Ganti Pasangan Seksual, Menularkan Penyakit dan Dapat Menyerang Kesehatan Mental

Berita Terkait

batampos – Ada banyak sekali risiko saat melakukan gonta-ganti pasangan seksual atau seks bebas. Tak hanya menularkan penyakit menular seksual, namun dapat menyerang kesehatan mental atau menyebabkan gangguan mental.

Untuk itu, cobalah untuk berpikir beberapa kali sebelum melakukannya guna meminimalisir penyesalan di hari depan. Dilansir Allo Health, selain gonta ganti pasangan, perilaku seksual berisiko lainnya yaitu hubungan seks bebas tanpa kondom dan berhubungan seksual dengan orang asing.

Baca Juga:Coldplay Manggung 2 Jam Bawakan 28 Lagu, Dibuka Aksi Rahmania Astrini 

Kemungkinan seseorang untuk bergonta-ganti pasangan semakin meningkat saat ini di masyarakat. Hal tersebut tidak lepas dari maraknya aplikasi kencan, yang memudahkan orang untuk berkenalan dan melakukan aktivitas seksual.

Bagi sebagian orang, sering berganti pasangan merupakan cara memenuhi hasrat seksual yang tidak dapat dipenuhi oleh satu pasangan saja.

Padahal, sejatinya aktivitas seksual yang normal memiliki dampak yang positif bagi kesehatan mental. Pasalnya, hubungan seksual dapat melepaskan hormon seperti dopamin dan oksitosin di otak, sehingga dapat menimbulkan perasaan senang dan bahagia.

Perilaku seksual memiliki dampak psikologis dan emosional yang signifikan pada individu. Hubungan seksual dapat memengaruhi harga diri, kepercayaan diri, dan kenyamanan emosional.

Namun, penting diingat bahwa perilaku seksual harus selalu dilakukan atas dasar saling suka dan aman.

Dilansir dari Hallodoc, berikut ini berbagai jenis infeksi menular seksual yang rentan terjadi akibat suka gonta ganti pasangan atau melakukan perilaku seks berisiko antara lain:

1. Sifilis
Sifilis, atau penyakit raja singa, adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri. Penularan dari gangguan ini aktif dari 10 hingga 90 hari setelah terjangkit.

Gejala dari sifilis adalah timbul luka kecil di tempat bakteri menyerang dan ruam. Penyakit ini harus segera diatasi, sebab dapat menyebabkan kebutaan, tuli, kerusakan hati, dan lainnya.

2. Klamidia
Dampak seks bebas lainnya adalah klamidia. Saat terjadi pada pria, gangguan ini dapat menimbulkan gejala berupa peradangan pada saluran kencing, mengeluarkan cairan dari Mr.P, hingga penis terasa sakit.

Jika terjadi pada wanita, klamidia dapat menimbulkan gejala, seperti infeksi pada saluran kemih, serviks, dan bahkan rahim, keluar cairan yang tidak normal dari Ms.V, hingga terasa panas saat buang air kecil. Gangguan ini perlu diatasi segera agar tidak menular pada pasangan seksual.

3. Gonore
Penyakit kencing bernanah ini terjadi disebabkan infeksi bakteri. Seseorang yang mengalaminya dapat merasakan gejala berupa sakit saat buang air kecil, keluar nanah pada ujung Mr.P atau Ms.V, hingga terasa nyeri pada area kelamin.

Dampak Seks Bebas Terhadap Kesehatan Mental
Bukan hanya kesehatan fisik yang terpengaruh, seks bebas juga dapat mengganggu kesehatan mental. Nah, beberapa masalah mental yang bisa terjadi, antara lain:

  • Perasaan bersalah.
  • Gangguan kecemasan.
  • Depresi.
  • Obsessive-compulsive disorder (OCD).

Selain itu, melakukan seks bebas juga dapat meningkatkan risiko untuk hamil di luar nikah. Tentu hal ini dapat mengganggu kesehatan mental karena adanya tekanan sosial dan tidak siapnya diri untuk berumah tangga.

Maka dari itu, jika kamu kerap memiliki kebiasaan melakukan seks bebas, ada baiknya untuk melakukan pemeriksaan kesehatan fisik dan mental secara rutin. Namun, alangkah baiknya tidak berganti-ganti pasangan sebagai cara paling ampuh untuk menghindari berbagai gangguan tersebut.

Perilaku seksual yang  terlanjur menyimpang dapat diatasi dengan bantuan profesional, seperti ke psikolog, psikiater, dan ahli seksologi.(*)

Reporter: jpgroup

Update